PETANI di Desa Taba Sating Kecamatan Tebat Karai, Kepahiang kini kesulitan mengeringkan gabah. Akibatnya, kualitas beras menurun dan akan berimbas pada harga beras jual. \"Sebelum digiling harus dikeringkan dulu, tapi kalau curah hujan yang tinggi seperti ini kami sangat kesulitan, karena gabahnya basah,\" ujar alah seorang petani setempat, Arman (40). Dikatakannya, para petani biasanya mengeringkan gabah dengan cara tradisional, yakni mengeringkan gabah dengan bantuan sinar matahari. Karena tingginya curah hujan, maka petani kesulitan meningkatkan mutu gabah hasil panen. \"Kualitas gabah biasanya banyak dipengaruhi saat pengeringan, karena waktu digiling memang dibutuhkan gabah yang kering agar beras yang dihasilkan tidak pecah-pecah dan putih,\" jelasnya. (505)
Gabah Basah
Selasa 12-11-2013,14:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,12:33 WIB
Rekomendasi City Car Bekas Terhemat, Tangguh, dan Ekonomis untuk Perawatan
Kamis 05-11-2026,11:13 WIB
Listyo Sigit Jadi Sorotan Media Internasional setelah Terseret Kasus Penyadapan Presiden
Kamis 05-11-2026,10:22 WIB
Kasus ISPA Capai 401 Ribu, Kemenkes Distribusikan Jutaan Masker ke 7 Provinsi
Kamis 05-11-2026,11:55 WIB
Cara Daftar BPJS Kesehatan Gratis ( PBI ) di Daerah 3T Bengkulu
Kamis 05-11-2026,12:05 WIB
Panduan Klaim Asuransi Nelayan Bengkulu 2026, Ini Syarat dan Caranya
Terkini
Kamis 05-11-2026,15:31 WIB
Walikota Minta OPD Keroyokan Atasi Kemiskinan, UMKM hingga Kebutuhan Sekolah Jadi Perhatian
Kamis 05-11-2026,15:00 WIB
PAD Mukomuko Mendekati 82 Persen, BKD Optimistis Lampaui Target 2026
Kamis 05-11-2026,14:55 WIB
Wali Kota Bengkulu Keluarkan SE Larang ASN dan Pengunjung Kantor Pemkot Gunakan Vape
Kamis 05-11-2026,14:54 WIB
FGD Bersama DKP Provinsi Bengkulu dan Yayasan Latun, Pemkab Kaur Dukung Program KNMP 2027
Kamis 05-11-2026,14:51 WIB