PETANI di Desa Taba Sating Kecamatan Tebat Karai, Kepahiang kini kesulitan mengeringkan gabah. Akibatnya, kualitas beras menurun dan akan berimbas pada harga beras jual. \"Sebelum digiling harus dikeringkan dulu, tapi kalau curah hujan yang tinggi seperti ini kami sangat kesulitan, karena gabahnya basah,\" ujar alah seorang petani setempat, Arman (40). Dikatakannya, para petani biasanya mengeringkan gabah dengan cara tradisional, yakni mengeringkan gabah dengan bantuan sinar matahari. Karena tingginya curah hujan, maka petani kesulitan meningkatkan mutu gabah hasil panen. \"Kualitas gabah biasanya banyak dipengaruhi saat pengeringan, karena waktu digiling memang dibutuhkan gabah yang kering agar beras yang dihasilkan tidak pecah-pecah dan putih,\" jelasnya. (505)
Gabah Basah
Selasa 12-11-2013,14:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 26-07-2026,12:16 WIB
Jurusan Kehutanan UNIB Dampingi Petani Hutan, Ubah Limbah Kulit Kopi Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Minggu 26-07-2026,15:23 WIB
Festival Pantai Panjang 2026 Dongkrak Penjualan, Ratusan UMKM Raup Manfaat Ekonomi
Minggu 26-07-2026,15:26 WIB
20 Ribu Penari Pecahkan Rekor Dunia, "Bengkulu Menari" Ukir Sejarah di Festival Pantai Panjang 2026
Minggu 26-07-2026,15:21 WIB
Damkar Bengkulu Minta Masyarakat Hentikan Pembakaran Sampah di Musim Angin Kencang
Minggu 26-07-2026,15:19 WIB
Antrean Truk Sawit PT KAS Mengular di Jalan Nasional, Warga Teramang Jaya Minta Polres Mukomuko Turun Tangan
Terkini
Minggu 26-07-2026,15:26 WIB
20 Ribu Penari Pecahkan Rekor Dunia, "Bengkulu Menari" Ukir Sejarah di Festival Pantai Panjang 2026
Minggu 26-07-2026,15:23 WIB
Festival Pantai Panjang 2026 Dongkrak Penjualan, Ratusan UMKM Raup Manfaat Ekonomi
Minggu 26-07-2026,15:21 WIB
Damkar Bengkulu Minta Masyarakat Hentikan Pembakaran Sampah di Musim Angin Kencang
Minggu 26-07-2026,15:19 WIB
Antrean Truk Sawit PT KAS Mengular di Jalan Nasional, Warga Teramang Jaya Minta Polres Mukomuko Turun Tangan
Minggu 26-07-2026,12:16 WIB