JAKARTA, BE - Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) mengeluarkan warning rencana serbuan dokter-dokter asing ke tanah air. Mereka bakal memperebutkan pemberian layanan kesehatan primer masyarakat. PDKI meminta dokter-dokter Indonesia meningkatkan kualitas dan kompetensi di bidang pelayanan pirmer. Ketua PDKI Amrin Nurdin mengatakan, masuknya dokter-dokter asing itu secara resmi. Mereka memanfaatkan era persaingan bebas dan kesepakatan masyarakat ASEAN 2015 nanti. \"Serbuan dokter-dokter asing ini harus disikapi secara bicaksana. Salah satunya adalah kita, dokter-dokter Indonesia harus meningkatkan kualitas,\" katanya. Amrin menuturkan dokter asing yang sudah siap membuka jasa pelayanan di Indonesia sedikitnya ada 870 orang. Mereka akan fokus memberikan pelayanan home visit atau dokter kunjung keluarga. \"Mereka masuk ke Indonesia dengan membawa berbagai perlengkapan kesehatan yang sangat memadai,\" tandasnya. Menurut Amrin kondisi itu harus menjadi pemacu semangat dokter-dokter Indonesia untuk meningkatkan kemampuannya. \"Khususnya untuk menjadi dokter layanan primer dan menjadi dokter keluarga,\" papar dia. Amrin juga menyoroti pemberlakuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 1 Januari 2014 nanti. Pada periode itu, mengharuskan para dokter layanan primer memahami konsep dokter keluarga. Keberadaan dokter keluarga, dinilai mampu menignkatkan peran keluarga dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit atau kesakitan. Jika masyarakat nanti tahu cara memelihara kesehatan, mereka jarang sakit. Jika jarang sakit, klaim asuransinya tidak banyak terpakai. Itu artinya terjadi penghematan dalam biaya kesehatan masyarakat. \"Oleh karena itu pada sistem asuransi kesehatan massal seperti JKN, keberadaan dokter keluarga sangat penting,\" paparnya. Upaya pencegahan terhadap penyakit akan lebih dominan terhadap upaya pengobatan atau penyembuhan. Kondisi saat ini menurut Amrin, dari 80 ribu dokter praktek umum atau dokter layanan primer Indonesia, baru sekitar 5 ribu (6,25 persen) memiliki pemahaman baik tentang perannya sebagai dokter keluarga. Padahal di sejumlah negara, konsep dokter keluarga sudah sangat popular. Sebab masyarakat setempat sudah paham bahwa penanganan oleh satu dokter yang dipercaya,biayanya jauh lebih irit. Selain itu resiko keluarga juga lebih kecil ketimbang harus berganti-ganti dokter. Dia menegaskan dokter keluarga adalah dokter praktek umum. Hanya dalam prakteknya, mereka menggunakan pendekatan kedokteran keluarga. Pendekatan ini memiliki empat prinsip. Yaitu pelayanan yang diberikan bersifat personal (individual), pelayanan bersifat primer atau dasar, pelayanan senantiasa mengupayakan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitasi. Dan yang terakhir adalah pelayanan bersifat berkelanjutan. Pada kesempatan ini Amrin mengatakan ada 15 ribu dokter umum menjalani pelatihan menjadi dokter keluarga. Kendati demikian, mereka tidak bisa langsung dengan mudah masuk ke dalam pusat pelayanan kesehatan. Sebab akan banyak aturan yang harus mereka lengkapi. Sebelumnya pihak Kementerian Kesehatan menegaskan hal tersebut. \"Tentu saja mereka tidak bisa langsung melakukan praktek,\" ujar Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi. Sejauh ini, lanjutnya, tenaga asing yang bisa masuk ke Indonesia baru sebatas ahli teknis di bidang kedokteran. Mereka sengaja diminta untuk memberikan arahan mengenai alat kesehatan ataupun seminar pendidikan kedokteran. Hampir jarang sekali ditemui adanya dokter asing praktek yang membuka secara langsung layanannya. \"Mereka pun mendapat pendampingan dari dokter Indonesia dalam penyampaiannya, bukan praktek mandiri,\" tandas Menkes. Sehingga, menurutnya, tidak akan mudah begitu saja para dokter asing ini masuk ke Indonesia. Pihaknya juga akan melakukan perlindungan untuk dokter-dokter lokal. Oleh karenanya, ia meminta para dokter di Indonesia untuk mau bekerja sama meningkatkan kualitas kerja mereka agar tidak kalah dengan para dokter asing.(**)
870 Dokter Asing Siap Serbu Indonesia
Selasa 29-10-2013,09:52 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 20-10-2026,11:29 WIB
15 Contoh Soal TKA Sejarah SMA 2026 Lengkap dengan Jawaban, Yuk Latihan Sebelum Ujian!
Selasa 20-10-2026,16:20 WIB
Warga Tionghoa Dukung Revitalisasi Kampung Cina, Berharap Kembali Ramai Pengunjung
Selasa 20-10-2026,11:34 WIB
Terungkap! Ini Alasan Arab Saudi Eksekusi Pria dan Wanita Bangladesh dalam Kasus di Masjid Mekkah
Selasa 20-10-2026,10:53 WIB
Ingin Lepas dari Rokok? Ini Berbagai Cara Berhenti dan Risiko yang Mengintai
Selasa 20-10-2026,11:02 WIB
Dari Gangguan Lambung hingga Kanker Usus, Kenali Gejala dan Penanganannya
Terkini
Rabu 21-10-2026,10:02 WIB
M Fadli Raih Emas Ketiga Indonesia, Pecahkan Rekor Baru di Asian Para Games 2026
Rabu 21-10-2026,09:59 WIB
Sejarah Baru! Indonesia Gelar Perdana FIA Rallycross World Cup 2026 di Ancol
Rabu 21-10-2026,09:55 WIB
PPG Daljab Guru Madrasah 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Rabu 21-10-2026,09:50 WIB
Eks Anggota Parlemen Singapura Buka Suara soal Kritik Muhammad Lutfi, Singgung Konfrontasi RI-Malaysia
Rabu 21-10-2026,09:46 WIB