BINGIN KUNING, BE - Setelah seluruh mesin penggilingan padi pada RPC (Rice Procesing Compleks) selesai terpasang, maka Kamis (24/10) kemarin pihak PT Rutan bersama pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan uji coba penggunaan mesin tersebut. Alhasil, dari hasil uji coba sebanyak 300 Kg gabah dihasilkan sebanyak 60 persen beras super atau beras utuh tanpa patahan. Seperti yang disampaikan salah satu teknisi dari PT Rutan, Gowin (35) kepada wartawan jika saat ini RPC memiliki tiga mesin penggilingan serta satu mesin pengering padi. Dalam uji coba tersebut, dilakukan uji coba pada dua mesin kecil. Digunakan sekitar 300 Kg gabah dengan kadar air 16 persen atau kualitas yang kurang baik mampu menghasilkan sebanyak 60 persen beras dengan kualitas super. \"Ini tadi kita coba dengan gabah yang kualitasnya kurang bagus da hasilnya saja seperti itu. Bagaimana kalau kita menggunakan gabah yang bagus atau dengan kadar air 13 sampai 14 persen maka untuk hasilnya bisa mencapai 65 sampai 70 persen beras dengan kualitas super. Sebab, dengan mesin ini beras yang patah (menir,red) akan terpisah dengan beras kepala atau utuh,\" jelasnya. Sedangkan untuk mesin yang besar saat ini belum bisa di uji coba dikarenakan keterbatasan bahan baku gabah. Pasalnya untuk mesin yang besar tersebut mampu menggiling padi sebanyak 6 ton perharinya. \"Jadi untuk uji coba mesin yang besar kita tunggu saja saat musim panen. Karena mesin ini mampu menggiling padi 6 Ton perharinya,\"kata Gowin. Dewan : RPC Bakal Jadi Besi Tua Disisi lain, Ketua Komisi III DPRD Lebong Affan Jauhari SE mengunkapkan bahwa rice proces compleks yang telah diuji coba tersebut bakal menjadi besi tua. Hal tersebut dikarenakan keberadaan RPC tersebut tidak di dukung dengan pengelola yang akan menyuplai bahan baku untuk RPC tersebut. \"Kalau sudah diuji coba, berarti RPC tersebut sudah siap produksi. Nah permasalahannya saat ini, RPC siap produksi sedangkan bahan baku tidak tersedia, kalau seperti itu kedepan RPC ini akan jadi besi tua alias tak bermanfaat,\" ungkapnya. Dikatakan Affan, seharusnya sebelum dibangun terlebih dahulu ada pengelola untuk menyuplai bahan baku ke RPC tersebut. Seperti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang seharusnya mengelola RPC tersebut belum juga ada. Artinya meski Sudah siap produksi, RPC belum tentu bisa berproduksi,\" kata Affan. Ditambahkan Affan, tidak ada aturan bagi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lebong untuk membeli bahan baku gabah untuk di olah RPC tersebut. Selain itu modal kerja untuk pembelian gabah petani tidak bisa di anggarakan dalam APBD kalu pengelolanya tidak jelas. \"Kalau kita lihat pembangnuan RPC ini dilakukan hanya berorientasi proyek bukan program. Seharusnya RPC bukan hanya banguan saja tapi terlebih dahulu ada lembaga untuk menelola. Tujuan dibangun RPC tersebut sebenarnya untuk meningkatkan pendapatan petani dari hasil panen mereka dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah Lebong, tapi kalau pengelolanya tidak jelas sudah barang tentu RPC tersebut hanya sebagai pajangan,\" pungkasnya.(777)
RPC Hasilkan 60 persen Beras Super
Jumat 25-10-2013,16:46 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 21-04-2026,19:05 WIB
Diduga Tersengat Listrik, Pemuda Bengkulu Utara Meninggal Tragis
Selasa 21-04-2026,13:00 WIB
Apropi Gelar Pelatihan Pestisida Terbatas Untuk Petani Seluma
Selasa 21-04-2026,18:26 WIB
Pansus DPRD Kota Bengkulu Genjot Pembenahan Sistem Parkir untuk Maksimalkan PAD
Selasa 21-04-2026,18:37 WIB
Target Operasional Mundur, 25 Gerai Koperasi Merah Putih di Bengkulu Capai Progres di Atas 50 Persen
Selasa 21-04-2026,18:17 WIB
Festival Batik Besurek 2026: Dari Panggung Budaya ke Mesin Penggerak Ekonomi Bengkulu
Terkini
Rabu 22-04-2026,11:31 WIB
SYLA, ISTRIKU DARI MASA DEPAN
Selasa 21-04-2026,19:09 WIB
BPBD Bengkulu Selatan Siapkan Call Center Bencana, Permudah Laporan Masyarakat
Selasa 21-04-2026,19:05 WIB
Diduga Tersengat Listrik, Pemuda Bengkulu Utara Meninggal Tragis
Selasa 21-04-2026,18:54 WIB
Tertidur di Bus, Remaja 19 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Oknum Kernet
Selasa 21-04-2026,18:51 WIB