KOTA BINTUHAN,BE – Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindakop UKM) Kaur mengirimkan beberapa kelompok pengrajin batu akik untuk mengikuti pelatihan di Sukabumi Jawa Barat. Kelompok pengrajin batu akik ini nanti diharapkan dapat mentransfer ilmu kepada masyarakat yang berminat. \"Batu akik sangat banyak di Kaur ini, namun untuk pengelolahan belum banyak yang tahu sehingga kita mengirimkan kelompok untuk menjalani pelatihan,\" kata Kepala Disperindagkop dan UKM Drs M Thabri, kemarin. Dikatakanya, pelatihan pengrajin batu akik itu maksudkan untuk mengembangkan potensi batu akik yang ada di Kabupaten Kaur. Sebab dibeberapa wilayah di Kaur memiliki kandungan batu akik yang sangat banyak, seperti Muara Sahung, Maje, Nasal dan Padang Guci. \"Jadi ada ribuan ton batu akik yang siap dipasarkan, namun untuk pemasaran membutuhkan pengelolahan yang baik,\" jelasnya. Diharapkan, kata Thabri, kedepan kerajinan batu akik diharapkan menjadi industri sekaligus kesenian yang dapat dikenal oleh daerah lain. Untuk menuju kearah itu, selain sektor hulu yakni Bahan Baku dan pengrajin batu. Juga akan dikembangkan sistem pasar untuk memasarkan hasil kerajinan batu akik. \"Selama ini memang cukup mengherankan sebab batu akik asal Kaur khususnya Muara Sahung sudah terkenal didaerah lain. Namun batu-batu itu keluar dari Kaur secara ilegal. Akibatnya tidak mendatangkan keuntungan apa-apa bagi masyarakat Kaur,\" jelasnya.(823)
Pengrajin Batu Akik Ditempa di Sukabumi
Kamis 10-10-2013,21:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 30-08-2026,19:49 WIB
7 Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Menjaga Kesehatan Tubuh Setiap Hari
Minggu 30-08-2026,19:44 WIB
10 Cara Memanfaatkan AI untuk Membantu Pekerjaan Sehari-hari
Minggu 30-08-2026,18:12 WIB
Pemkot Bengkulu Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tak Panik
Minggu 30-08-2026,17:59 WIB
Pasien RSHD Kota Bengkulu Meningkat, Perubahan Cuaca Diduga Picu Influenza hingga DBD
Minggu 30-08-2026,19:04 WIB
Mukomuko Tingkatkan 9 Ruas Jalan dengan Anggaran Rp8,8 Miliar, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Terkini
Senin 31-08-2026,16:14 WIB
Sering Dianggap Sama, Tahu dan Tofu Ternyata Punya Perbedaan
Senin 31-08-2026,15:47 WIB
Petani di Rejang Lebong Ditemukan Tewas di Rumah, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi
Senin 31-08-2026,15:44 WIB
Dua Mantan Kades Tebat Monok Bersaksi, Bongkar Jejak Tanah GOR Kepahiang yang Disebut Hilang
Senin 31-08-2026,15:42 WIB
Berbulan-bulan Abaikan Putusan Pengadilan, 13 Eks Karyawan Desak PT RAA Bayar Hak Mereka
Senin 31-08-2026,15:38 WIB