SAAT di lingkungan tempat tinggal atau yang terutama di sekolah, kerap kali anak sering membeli jajanan misalnya siomay, permen, atau minuman. Tak jarang, jajanan tersebut justru berbahaya bagi anak-anak. Lalu, pangan jajanan anak sekolah (PJAS) seperti apa yang boleh dikonsumsi anak-anak? "Syaratnya harus sehat yaitu memenuhi kebutuhan nutrisi anak seusianya, bersih artinya bebas dari kotoran, dan aman yaitu tidak mengandung bahan yang berbahaya bagi tubuh," kata ahli gizi Dr Pauline Endang Praptini, MS, SpGK. Keterangan itu diberikan dr Pauline dalam Media Workshop 'Sehatnya Duniaku Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu, dan Bergizi' di Seremanis Resto, Jl KH. Agus Salim, Jakarta Pusat, Rabu (9/10). Jajanan yang bersih tidak hanya bahan makanannya saja yang bersih tapi juga peralatan masak dan penjamah makanannya (penjual). Bahan makanan yang bersih bebas dari kotoran seperti kerikil, rambut, dan plastik. Untuk menjaga alat masak agar tetap bersih maka penjual sebaiknya mencuci alat masaknya dengan air mengalir. "Kalau kita lihat penjual banyak yang cuma menyediakan air satu ember lalu piringnya dicelup saja. Dilap dengan yang bekas meja, itu sumber bakteri yang luar biasa," papar dr Pauline. Membiasakan cuci tangan sebelum atau sesudah mengambil makanan juga penting dilakukan. Tak hanya oleh penjual, tapi juga oleh pembeli. Atau, kebersihan makanan juga bisa dijaga dengan menggunakan sarung tangan atau sapit untuk mengambil makanan. Hal itu dilakukan agar makanan terhindar dari kontaminasi bakteri penyebab infeksi. "Nah, jajanan yang aman yakni yang menggunakan bahan tambahan pangan sesuai dosis yang dianjurkan dan pastinya tidak menggunakan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin B," tutur dr Pauline. Untuk tempat saji sebaiknya menggunakan yang tidak kedap udara dan bersifat non toksik. Jika menggunakan styrofoam jangan digunakan langsung untuk makanan panas dan harus ditataki plastik, daun, atau kertas minyak. Dr Pauline juga memberi tips agar anak bisa mengurangi jajan. Caranya yaitu dengan menerapkan kebiasaan sarapan di rumah dan biasakan memberi anak bekal. Selain itu, orang tua juga perlu mendampingi anak saat menonton TV agar mereka tahu dampak buruk jajanan yang tidak sehat, dan dari pihak sekolah bisa dengan menyediakan kantin atau catering. "Untuk bekal, harus ada edukasi bagi orang tua agar menu bekal tidak monoton sehingga anak bosan," ujar dr Pauline. (**)
Jangan Jajan Sembarangan
Kamis 10-10-2013,11:46 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 20-10-2026,16:20 WIB
Warga Tionghoa Dukung Revitalisasi Kampung Cina, Berharap Kembali Ramai Pengunjung
Selasa 20-10-2026,16:27 WIB
Tanamkan Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Ditlantas Polda Bengkulu Gelar Polsanak Dua Kali Sepekan
Selasa 20-10-2026,16:14 WIB
Bunda PAUD Kota Bengkulu Finalisasi Grand Design Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah
Selasa 20-10-2026,15:18 WIB
Ancaman El Niño, Pemprov Bengkulu Larang Buka Lahan dengan Membakar, Kasus ISPA Tembus 15.961
Selasa 20-10-2026,16:11 WIB
Masih Dievaluasi Pemprov, Pemkot Bengkulu Kebut Persiapan KegiatanAPBD Perubahan 2026
Terkini
Rabu 21-10-2026,10:02 WIB
M Fadli Raih Emas Ketiga Indonesia, Pecahkan Rekor Baru di Asian Para Games 2026
Rabu 21-10-2026,09:59 WIB
Sejarah Baru! Indonesia Gelar Perdana FIA Rallycross World Cup 2026 di Ancol
Rabu 21-10-2026,09:55 WIB
PPG Daljab Guru Madrasah 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Rabu 21-10-2026,09:50 WIB
Eks Anggota Parlemen Singapura Buka Suara soal Kritik Muhammad Lutfi, Singgung Konfrontasi RI-Malaysia
Rabu 21-10-2026,09:46 WIB