TEBING TINGGI - Nasib tragis menimpa Ahok alias Pak Ahok, 55, warga Jalan Dr Kumpulan Pane, Kota Tebingtinggi. Nyawanya melayang setelah tubuh kurusnya dihantam Kereta Api Bisnis Sri Bilah No. Lok 3037303 Jurusan Medan-Rantau Prapat, Minggu (29/9) sekira pukul 00.30 WIB. Peristiwa yang merenggut nyawa jukir (juru parkir) ini terjadi di rel kereta api Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Satria, Kecamatan Padang Hilir. Saksi mata menyebutkan, malam itu Ahok diketahui dalam keadaan mabuk berat. Hal ini dibenarkan juga oleh Marpaung, pemilik pakter tuak di pinggir rel jalan Imam Bonjol, Tebingtinggi. \"Tadi malam korban memang minum di pakter tuakku. Banyak kali dia kulihat minum sampai mabuk berat. Habis itu korban berjalan ke belakang pakterku. Aku kira ia ke arah rel hanya untuk buang air kecil,\" terang Marpaung saat ditemui di lokasi kejadian. Karena Ahok sudah melunasi tagihan tuak yang diminumnya, Marpaung hanya cuek. Beberapa jam kemudian warga melihatnya sudah tewas di pinggir rel. Kalau kulihat kondisi jenazah, hanya kedua kakinya saja yang hancur. Bagian atas tubuh korban utuh,\" terang Marpaung. Dari kondisi itu pula, Marpaung menduga Ahok tewas karena tertidur di rel kereta api. \"Aku yakin, sangking mabuknya korban tertidur di pinggir rel dan kedua kakinya diselonjorkan (dibentangkan) ke bantaran rel,\" kata Marpaung. Petugas Identifikasi Polres Tebingtinggi yang mendapat info langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Kedua kaki korban terlihat putus dan hancur. Untuk keperluan visum, jasad korban lantas dibawa petugas ke Rumah Sakit Dr Kumpulan Pane Tebingtinggi. Dari rumah duka, pagi harinya jasad korban langsung dikebumikan keluarganya. \"Sejak pisah dengan istrinya, korban tinggal bersama anaknya. Sepengetahuan kami korban memang hobi mabuk-mabukkan. Dia juru parkir di sekitar Jl. Dr. Kumpulan Pane, Kota Tebingtinggi,\" sebut Anto, tetangga korban. Terpisah, Kepala Stasiun Kereta Api Indonesia (KAI) Cabang Tebingtinggi, S.H. Sialagan yang dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. Pihaknya telah sepenuhnya menyerahkan kasus ini ke petugas kepolisian. \"Masinis Kereta Api Sri Bilah yang menabrak korban bernama Rudi dan asistennya Wahyuda. Menurut keterangan mereka berdua, ketika kereta api lewat, korban tidur dengan menelentangkan kedua kakinya ke atas rel. Kejadiannya percis 500 meter sebelum stasiun. Dari data yang ada, tadi malam kereta api Sri Bilah tiba di stasiun pukul 00.34 WIB, berarti kejadiannya sekitar jam 00.30 WIB,\" terang Siallagan. (awi/deo)
Tidur di Rel, Ahok Tewas Digilas KA
Senin 30-09-2013,08:08 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 19-03-2026,13:55 WIB
H-2 Lebaran 2026, Pusat Kota Bukittinggi Dipadati Pengunjung, Aktivitas Belanja Membludak
Kamis 19-03-2026,14:19 WIB
THR Sudah Cair? Ini Cara Bijak Mengelolanya Agar Tidak Cepat Habis
Kamis 19-03-2026,15:07 WIB
Wagub Bengkulu Tinjau SPBU, Pastikan Stok BBM Aman Jelang Idulfitri 1447 H
Kamis 19-03-2026,16:02 WIB
Program Lansia Tenang di Bengkulu Utara, Bukti Kepedulian Pemkab untuk Kesejahteraan Lansia
Kamis 19-03-2026,16:32 WIB
Sambut Libur Lebaran 2026, 6 Objek Wisata di Mukomuko Ajukan Izin Hiburan, Cagar Alam Dilarang
Terkini
Kamis 19-03-2026,16:45 WIB
Polres Mukomuko Sediakan Penitipan Kendaraan Gratis Saat Lebaran 1447 H, Dijaga CCTV 24 Jam
Kamis 19-03-2026,16:32 WIB
Sambut Libur Lebaran 2026, 6 Objek Wisata di Mukomuko Ajukan Izin Hiburan, Cagar Alam Dilarang
Kamis 19-03-2026,16:22 WIB
Terungkap dari Laporan Warga, Polisi Ringkus Pengedar Ganja di Dua Lokasi Kota Bengkulu
Kamis 19-03-2026,16:17 WIB
Mahasiswa Dibacok Saat Melintas di Binduriang, Polisi Buru Pelaku Curas Bersenjata Tajam
Kamis 19-03-2026,16:02 WIB