BENGKULU, BE - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menganggap bahwa gelaran Festival Beach Raflesia yang dinilai sangat penting dilihat dalam struktur pariwisata nasional harus memperhatikan 4 aspek pengembangan wisata. Hal itu disampaikan oleh staf ahli bidang hubungan antar lembaga Kemenparekraf Samsul Nusa, saat tiba di Bengkulu Jum\'at (27/9) petang untuk menghadiri pembukaan Raflesia Beach Festival (RBF) mewakili Menteri Parekraf RI yang pada saat yang sama sedang menghadiri agenda APEC di Provinsi Bali. \"Oleh karena itu, dengan digelarnya agenda penting ini maka kita harus melihatnya dari 4 aspek yang dapat menjad pengembangan untuk tahun-tahun berikutnya. Yaitu produk, pasar, pemasaran dan akses atau transportasi,\" katanya. Mengenai produk, katanya, pariwisata di Bengkulu sudah sangat bagus dan merupakan potensi yang sangat berharga bagi Bengkulu khususnya. \"Produknya sudah sangat bagus, Bengkulu punya bunga Raflesia yang sangat dikenal tumbuh di Bengkulu, kemudian nilai historis Bengkulu juga tinggi, selain itu pantai Bengkulu merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia,\" katanya. Saat ini, ujarnya, yang menjadi persoalan adalah 3 aspek lainnya yang selama ini justru terabaikan sehingga membuat pariwisata di Bengkulu tidak berkembang. \"Aspek kedua yaitu pasar, bahwasanya Bengkulu belum memiliki target pasar yang jelas, sehingga tidak tahu pengembangan pariwisata di Bengkulu untuk siapa dipasarkan. Akibat itulah, jadinya program-program pariwisata justru hanya membuang-buang uang dan tidak memberikan dampak yang baik bagi PAD Provinsi Bengkulu dan ini harus diperhatikan,\" ujarnya. Aspek yang tidak kalah pentingnya, katanya, adalah pemasaran atau marketing. \"Karena sebagus apapun produk itu dikemas atau seperti misalnya Raflesia Beach Festival ini. Tetap saja, jika metode pemasarannya tidak baik, maka percuma saja dan tidak laku di pasar pariwisata,\" jelasnya. Dan terakhir, menurutnya, setelah 3 aspek itu dikelola dengan baik, maka akses akan menjadi poin terakhir yang akan menentukan. \"Bengkulu harus memiliki akses yang memadai bagi wisatawan, karena meski misalnya banyak wisatawan yang ingin masuk Bengkulu tapi aksesnya tidak memadai seperti misalnya transportasi udara yang masih kurang atau jalan darat yang masih terlalu jauh dan jalannya yang rusak, maka jelas akan mengurangi minat meraka untuk masuk ke Bengkulu,\" demikian Samsul. (100)
Pariwisata Bagus, Kurang Pemasaran
Sabtu 28-09-2013,13:07 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 30-07-2026,14:21 WIB
Tangis Haru Iringi Bedah Rumah Korban Kebakaran, Syamsu Ihwan: REI Siap Dukung Program Bedah Rumah
Kamis 30-07-2026,14:43 WIB
Standing Instruction Diakui BTN, Dana Rp153 Juta Masih Belum Dicairkan, LPKRI Siap Lapor ke OJK
Kamis 30-07-2026,14:22 WIB
Kemarau Makin Kering, BMKG Imbau Warga Bengkulu Waspadai Kebakaran Lahan dan Hemat Air
Kamis 30-07-2026,16:17 WIB
Layanan Servis Motor Terbaik, Ribuan Teknisi Bengkel AHASS Asah Kompetensi di Technical Skill Contest
Kamis 30-07-2026,16:18 WIB
Bangun Rumah Semai Bibit Mangrove, AHM Tumbuhkan Harapan Baru bagi Pesisir Karawang
Terkini
Kamis 30-07-2026,16:18 WIB
Bangun Rumah Semai Bibit Mangrove, AHM Tumbuhkan Harapan Baru bagi Pesisir Karawang
Kamis 30-07-2026,16:17 WIB
Layanan Servis Motor Terbaik, Ribuan Teknisi Bengkel AHASS Asah Kompetensi di Technical Skill Contest
Kamis 30-07-2026,16:13 WIB
Amankan Poin di Prancis, Ramadhipa Masuk 5 Besar Pebalap Terkencang paruh Musim
Kamis 30-07-2026,16:12 WIB
Era Baru Big Bike Petualang Dimulai, New NX500 Perdana Meluncur di Indonesia
Kamis 30-07-2026,16:09 WIB