BENGKULU, BE - Kasus ayam mati mendadak akibat flu burung kembali ditemukan. Kali ini ayam milik Iskandar dan Rudi keduanya warga RT 7 RW 3 Kelurahan Tengah Padang. Data yang berhasil dihimpun BE, pada hari Sabtu pagi, 4 ekor ayam milik Rudi ditemukan mati mendadak, sehingga ia langsung melaporkan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu. Tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan saat itu langsung turun ke lokasi dan melakukan pemeriksaan, namun hasilnya negatif. Selanjutnya bangkai ayam itupun kemudian dibuang oleh warga disiring tak jauh dari rumahnya. Dan keesokanya pagi minggu, kembali Rudi mendapatkan 1 ekor ayamnya mati. Hal yang sama juga dialami Iskandar. Dua ekor ayamnya mati secara mendadak, mendapati hal tersebut Iskandar langsung melaporkan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu. Dari laporan itu, kemarin petugas PDSR, Zulkifli melakukan pemeriksaan ripert test di tempat kejadian. Ayam milik Rudi diperiksa, hasilnya positif flu burung, sedangkan 2 ekor ayam milik Iskandar kondisinya telah rusak, akibatnya tidak bisa dilakukan pemeriksaan. \"Kita sudah melakukan pemeriksaan pada hari Sabtu tapi hasilnya negatif, dan ini merupakan pemeriksaan keduakalinya,\" katanya. Menurut Zulkifli, penyebaran itu bisa saja terjadi secara cepat, apalagi warga membuang bangkai ayam yang diduga flu burung secara sembarangan, sehingga virus dapat menyebar dengan cepat melalui udara. Apalagi ayam yang mati tersebut tidak dikandang yang memenuhi standar kesehatan hewan. \'\'Ayam yang ditemukan mati dan telah diperiksa dinyatakan positif flu burung. Bangkai ayam itu kemudian dikubur,\'\' terang Zulkifli. Karena masih ada sisa ayam yang masih hidup dan diduga terjangkit flu burung, Zulkifli menyarankan agar ayam yang tersisa dan masih hidup untuk dimusnahkan. Namun warga menolak sehingga hanya diberikan penyemprotan desinfektan. Selain di dua rumah warga tersebut, masih ditemukan sepuluh kepala keluarga yang juga memiliki ternak ayam. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu, Ir Arif Gunadi menuturkan kasus flu burung yang dilaporkan mulai Maret hingga Oktober 2012 terdapat 13 kasus yang dinyatakan positif. Kasus itu menyebar di 14 kelurahan, yakni Kelurahan Kebun Beler, Kelurahan Pematang, Sawah Lebar, Bumi Ayu, Betungan, Kel. Surabaya, kel. Penurunan Sukarami, Lingkar Barat, Kebun Tebeng, Bentiring, Sidomulyo, Dusun Besar, dan Tengah Padang. Kasus penyebaran flu burung yang dilaporkan ke distanak pada tahun 2011 mencapai 19 kasus yang dinyatakan positif, sebanyak 7 kasus dinyatakan negatif, dan itu menyebar di di dua belas kelurahan se-kota Bengkulu, artinya ada prediksi penurunan kasus ditahun 2012 ini, \" kalau dilihat dari kasus mengalami penurunan, tapi dilihat dari penyebaran yang dilaporkan tahun ini lebih banyak, \" terang Gunadi. (247)
Flu Burung di 14 Kelurahan
Rabu 31-10-2012,10:06 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 17-04-2026,09:29 WIB
SEBUAH KISAH TENTANG DIA (1)
Jumat 17-04-2026,14:45 WIB
Polsek Kedurang Ilir Bekuk Residivis Curanmor, Ungkap Aksi di Tiga TKP
Jumat 17-04-2026,14:26 WIB
Bengkulu Perkuat Sistem Peringatan Dini, Antisipasi Ancaman Megathrust
Jumat 17-04-2026,14:31 WIB
Wali Kota Bengkulu Tekankan Pelayanan Prima Saat Launching BerubekDok
Jumat 17-04-2026,14:38 WIB
Kastilon Nahkodai Dukcapil, Bupati Tekankan Pelayanan Tanpa Keluhan
Terkini
Jumat 17-04-2026,17:33 WIB
Semarak HUT ke-25 Pino Raya, Wabup Bengkulu Selatan Ajak Tingkatkan Semangat Pembangunan
Jumat 17-04-2026,17:28 WIB
Pledoi di Sidang Korupsi Pasar Panorama, Bujang HR Klaim Tak Terima Uang, Sebut Hanya Lalai Administrasi
Jumat 17-04-2026,17:27 WIB
BULOG Bengkulu Pastikan Minyakita Aman di Pasar, Harga Tetap Sesuai HET
Jumat 17-04-2026,17:25 WIB
Pemkot Bengkulu Gandeng Perpamsi, Benahi Kinerja Perumda Tirta Hidayah
Jumat 17-04-2026,17:23 WIB