TUBEI,BE - Besarnya alokasi dana pembangunan yang dilakukan tidak serta merta akan menjadikan perkembangan ekonomi daerah melaju secara cepat. Apalagi bila sebagian besar dana pembangunan tersebut tidak berputar di dalam daerah, melainkan dibawa ke luar daerah. Anggota Komisi III DPRD Lebong Mahdi SSos menilai, hal tersebut adalah penyebab lambannya kemajuan perekonomian yang berlangsung di Lebong. \"Boleh dikatakan hanya 50 persen dana pembangunan di Kabupaten Lebong yang berputar di dalam. Sementara sisanya dibawa keluar. Karena itu, efek pengganda dari aktivitas pembangunan itu pun menjadi lemah. Kondisi inilah yang terjadi di Lebong saat ini,\" kata Mahdi. Disebutkan, sejumlah penyebab yang mengakibatkan banyaknya uang yang dibawa keluar itu, diantaranya keterbatasan kuantitas dan kualitas barang dan jasa yang dibutuhkan dalam pelaksanan pembangunan itu sendiri dan ketidakmampuan para pengusaha lokal memberikan kemudahan dalam bertransaksi untuk para pihak yang terkait. \"Kalaupun ada pertambahan toko baru, jumlahnya relatif sedikit. Itu pun hanya toko yang menjual alat tulis kantor dan material bangunan. Dan tidak semuanya mampu melayani para pembeli yang sebagian besar menggunakan sistem utang,\" sebut Mahdi. Sementara di lain pihak, kata dia, upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pun relatif belum memuaskan. Akibatnya daya beli yang dimiliki masyarakat pun masih rendah. \"Karenanya, roda perkembangan ekonomi yang bergerak di bidang pemenuhan kebutuhan masyarakat cenderung berputar secara lamban. Ditambah lagi banyak PNS yang membelanjakan gajinya keluar Lebong seperti Curup atau Kota Bengkulu,\" ungkapnya. Untuk itu, dirinya berharap pemerintah segera mencari cara mengatasi kondisi tersebut agar perekonomian Lebong tak semakin terpuruk. \"Harus dicari solusi secepatnya khususnya Pemkab melalui dinas terkait seperti Disperindag dan UKM agar bersama-sama memikirkan jalan keluarnya. Tentunya masyarakat disini sangat mengharapkan kemajuan daerah Lebong,\" pungkasnya.(777)
Dana Lebih Banyak Dibawa Keluar
Senin 26-08-2013,16:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB
Tinjau Pembangunan TPS 3R di Harapan Makmur, Erna Sari Dewi Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Sumber PADes
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB