BENGKULU, BE - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, seharusnya kemarin sore (21/8) menggelar sidang akhir terhadap perkara pembunuhan sadis terhadap korban Seketaris BMT, Andriyadi. Dengan terdakwa Dodi, Yanto dan Syawal. Namun ternyata sidang beragendakan mendengarkan vonis dari majelis hakim ini ditunda. Alasannya Majelis hakim belum siap dengan berkas putusannya. Majelis hakim yang diketuai Dr Binsar Gultom mengatakan, belum bisa memutuskan perakara itu sekarang. Sebab majelis masih harus membahasnya secara mendalam. Selain itu, bisa saja para terdakwa antara lain Dodi, Yanto dan Syawal divonis berbeda. “Sidang ditunda karena hari ini (kemarin) kita belum bisa menyebutkan berapa vonis yang pantas untuk para terdakwa. Sebab kita harus musyawarah dan mempertimbangkan semua keterangan saksi dan fakta selama proses persidangan berlangsung. Baru nanti menentukan putusannya,” jelas Ketua Majelis Hakim. Lebih lanjut ketua Majelis Hakim mengungkapkan sidang itu dilanjutkan pada Kamis (29/8) mendatang. Mendapati kenyataan sidang itu ditunda minggu depan, keluarga korban Andriyadi kecewa. Kekecewaan itupun disampaikan keluarga korban di Pengadilan. Untung saja keluarga korban tidak bersikap anarkis dan menghakimi para terdakwa.\"Kami keluarga korban tidak terima bila para pelaku tidak dihukum mati, atau minimal seumur hidup,\" ungkap juru bicara keluarga korban Beni Hidayat SH kemarin. Dijelaskan Beni, perbuatan ketiga terdakwa itu bukan sekedar pembunuhan biasa, tetapi pembunuhan berencana yang dilakukan secara sadis. Terdakwa menghilangkan nyawa korban selaku tulang punggung keluarganya. Sebab korban meninggalkan istri yang masih sangat muda serta 3 anak yang masih kecil. \"Bila hakim tidak dapat memberikan keadilan, kami akan mencari keadilan sendiri pada sidang 29 Agustus mendatang dengan mengerahkan massa yang lebih besar lagi,\" tukas Beni dengan lantang. Dari pengamatan BE dilapangan, pada sidang penundaan yang berlansung kemarin mendapat pengawalan ketat. Puluhan personil polisi bersenjata mengawal ruang persidangan. Hal ini dilakukan untuk mengantispasi hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti emosi keluarga korban yang dikhawatirkan melakukan tindakan anarkis dipersidangan. Apalagi sejak awal persidangan keluarga korban telah memadati ruang sidang.(320)
Vonis Pembunuh Sadis Ditunda
Kamis 22-08-2013,10:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,13:11 WIB
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Babak Baru Pertahanan Maritim RI
Selasa 28-07-2026,13:08 WIB
Memanfaatkan Warisan Bumi Guna Mendongkrak Ekonomi Warga Perbatasan
Selasa 28-07-2026,13:04 WIB
Prabowo Minta Kampus Siapkan SDM dan Riset Dukung B60 hingga Etanol
Selasa 28-07-2026,13:25 WIB
Audiensi dengan Ombudsman RI, Helmi Hasan Dorong Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Transparan
Selasa 28-07-2026,13:06 WIB
Kemenpar dan Kemensos Perkuat Akses Pendidikan dan SDM Pariwisata
Terkini
Selasa 28-07-2026,16:25 WIB
Petani di Curup Utara Tewas Bersimbah Darah di Kebun, Polisi Selidiki Pelaku
Selasa 28-07-2026,16:23 WIB
Stok Pangan di Kota Bengkulu Aman, Pemkot Catat Konsumsi Rokok dan Kosmetik Meningkat
Selasa 28-07-2026,16:21 WIB
Fikri Thobari Didakwa Terima Rp2,5 Miliar, Jaksa Ungkap Modus Fee Proyek
Selasa 28-07-2026,16:12 WIB
Peringati Hari Koperasi ke-79, Dinkop UKM Kota Bengkulu Dorong Koperasi Bertransformasi Digital dan Tingkatkan
Selasa 28-07-2026,15:59 WIB