RATU SAMBAN, BE - Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE, menginstruksikan kepada seluruh pejabat kota di bawah jajaranya untuk menolak dan tidak menerima bingkisan lebaran atau dikenal dengan parcel. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Sekretariat Pemda Kota, Drs Almizan saat jumpa pers, kemarin. Dijelaskan Almizan, seperti diketahui larangan menerima parcel mengacu pada undang-undang UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menyebutkan PNS dilarang menerima pemberian dalam arti luas, yaitu berupa uang, komisi, tiket perjalanan, biaya penginapan termasuk parcel. Kemudian sebelumnya telah diinstruksikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam bentuk surat edaran yang memerintahkan seluruh pejabat pemerintah daerah untuk tidak menerima parcel lebaran, dan Pemda akan mengawasi jajaranya yang menerima parcel. Dikatakan Almizan, larangan menerima parcel selain telah menjadi instruksi dari KPK, juga bentuk konsisten walikota dalam menolak menerima hadiah dalam bentuk apapun menjelang hari raya lebaran mendatang. Larangan tersebut meliputi penerimaan parcel dari kepala SKPD maupun pemberian parcel kepada pegawai negeri sipil (PNS), kemudian SKPD menerima dari mitranya. Dicontohkan Almizan seperti di Dinas PU, di sana itukan banyak konsultan sebagai pihak ketiga, terindikasi mereka memberikan bingkisan sebagai ucapan terima kasih, dan didalamnya bisa saja diselipkan amplop atau lainya. Selain itu pemberian baik dari PNS bawahan kepada atasan, maupun atasan kepada bawahan, semua tidak boleh menerima atau memberi parcel. Prinsipnya semua tidak boleh, sebab pada umumnya sesuatu yang berbau korupsi, kolusi dan nepotisme biasanya berasal dari bawahan ke atasan atau sebaliknya. \'\'Intinya walikota tidak memperbolehkan menerima bingkisan atau dalam bentuk apapun, terkecuali bingkisan dari sanak famili atau kerabat yang tidak ada hubunganya dengan kedudukan dan bersifat silaturahmi, itu tidak apa-apa,\" katanya. Dijelaskan mantan Kepala Bidang Kesejahteraan Masyarakat Pemkot ini, jika dalam realisasinya ke depan ditemukan pejabat atau PNS kota Bengkulu yang kedapatan menerima bingkisan parcel atau hadiah lainnya, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang indisiplioner PNS. Sanksinya sesuai ketentuan kepegawaian, bahkan terbesar sanksi dalam bentuk pencopotan jabatan. \"Dalam Bentuk PP saja disanksi apalagi kalau sudah menyangkut kategori gratifikasi, ada ketentuan tersendiri berdasarkan undang-undang yang mengaturnya,” jelasnya. Dalam kaitan itu, pemerintah kota akan meningkatkan pengawasan terhadap jajaran PNS di lingkungan Pemkot, termasuk menggandeng SKPD atau Inspektorat, namun sepenuhnya pengawasan diberikan masing-masing pribadi PNS. “Pengawasannya kita lakukan secara internal person, namun kita juga melakukan pengawasan bekerjasama dan berkoordinasi dengan SKPD masing-masing,\" katanya. (247)
Pejabat Dilarang Terima Parcel
Kamis 25-07-2013,12:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 14-10-2026,15:58 WIB
Dinsos Kota Bengkulu Perkuat Ribuan Agen Perlinsos, Bansos Diharapkan Makin Tepat Sasaran
Rabu 14-10-2026,17:34 WIB
Tanggul Air Bengkulu Ditingkatkan, Penanganan Banjir Tanjung Agung dan Tanjung Jaya Belum Tuntas
Rabu 14-10-2026,15:46 WIB
Terseret Arus di Kawasan Dahan Langit, Anak 9 Tahun di Kaur Meninggal Dunia
Kamis 15-10-2026,09:51 WIB
BSSN Tegaskan Keamanan AI Tak Cukup, SDM Juga Harus Diperkuat
Terkini
Kamis 15-10-2026,11:41 WIB
Delegasi Indonesia Temukan Wajah Baru Diplomasi Digital di KBRI Moskow
Kamis 15-10-2026,11:36 WIB
Paus Leo XIV Dikabarkan Idap Kanker Paru, Misa Berubah Jadi Doa Kesembuhan
Kamis 15-10-2026,11:31 WIB
Blackout Batam Jadi Evaluasi, PLN Akui Perawatan Listrik Perlu Dibenahi
Kamis 15-10-2026,11:12 WIB
3 Tips Dekat dengan Remaja di Era AI, Manfaatkan Fitur ChatGPT
Kamis 15-10-2026,09:51 WIB