TUBEI,BE – Sejumlah desa di Kabupaten Lebong yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci sebelat (TNKS) sulit memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang ada. Menyikapi hal ini, Bappeda Lebong beberapa waktu lalu melakukan rapat koordinasi di Padang, Sumatera Barat membahas rencana pemerintah pusat untuk membentuk Peraturan Presiden tentang TNKS. \"Baru 3 minggu lalu kita rapat di Padang soal rencana tata ruang TNKS termasuk penataan patok bersama beberapa daerah yang berkaitan dengan TNKS. Sebab saat ini ada patok yang berada di belakang rumah warga. Padahal warga setempat telah mendiami desa tersebut sebelum undang-undang TNKS tersebut lahir,\" kata Kepala Bappeda Lebong Fauzi Taher SH MSi kepada wartawan diruang kerjanya, kemarin. Dikatakan Fauzi, dengan adanya rencana pemerintah pusat untuk membentuk peraturan peresiden tentang penataan ruang wilayah taman nasional kerinci sebelat (TNKS) tersebut menjadi angin segar bagi warga Lebong yang berada di zona TNKS. \"Dari rapat yang kita ikuti beberapa waktu lalu dibahas tentang peninjauan patok batas TNKS seperti yang kita usulkan bersama provinsi jambi. Kemungkinan dilakukanya penataan ulang tersebut bisa dilakukan namun keputusanya masih menunggu rapat ke 3 yang akan dilaksanakan di Jakarta sebelum Perpres tersebut disahkan,\" kata Fauzi. Selain itu, Fauzi mengungkapkan jika selama ini masyarakat yang berada di dekat kawasan TNKS tersebut hanya dijadikan seperti Satpam yang bertugas menjaga TNKS tanpa adanya kontribusi jelas dari pihak TNKS. \"Selama ini kita hanya sebagai satpam tanpa digaji. Padahal masyarakat di dekat kawasan tersebut bergantung pada isi didalam kawasan tersebut. Masyarakat masuk ke dalam kawsan hanya sebatas perut dan bukan untuk memperkaya diri. Untuk itu, jika memang masyarakat tidak bolah masuk ke kawasan, maka berilah mereka kontribusi yang sesuai dan jelas,\" harapnya. (777)
Patok TNKS Ditata Ulang
Jumat 05-07-2013,16:40 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,21:11 WIB
Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Ditahan di Mako Brimob, SU Masih Belum Ditahan
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Sabtu 07-11-2026,07:00 WIB
Nelayan Bengkulu Wajib Tahu! Ini Cara Mudah Klaim Asuransi Keselamatan Kerja di Tahun 2026
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB