BENGKULU, BE - Menjelang bulan suci Ramadhan, sejumlah pedagang kembang api dan petasan mulai terlihat hampir di setiap sudut Kota Bengkulu. Sebagian masyarakat, khususnya yang memiliki anak kecil, mengaku khawatir dengan dibebaskannya penjualan petasan. Seperti diungkapkan Reza (30). \"Jika petasan dibeli oleh anak-anak usia di bawah 10 tahun. Meski petasan yang mereka beli ukurannya kecil, namun tetap saja berbahaya,\" katanya. Bukan hanya itu, petasan atau kembang api juga suaranya membuat orang sering merasa was-was, terutama orang tua. Hal senada diungkapkan Reni. Dia mengaku khawatir karena anaknya yang masih kecil sering kedapatan membawa petasan. Reni berharap, pihak Pemerintah melalui instansi terkait, dan pihak kepolisian melakukan razia terhadap penjualan petasan yang mulai marak. \"Menurut saya jelas petasan itu sangat berbahaya, apa lagi bagi anak-anak. Sebaiknya petasan itu ditiadakan saja, pemerintah jangan memberi ijin untuk pedagang yang menjual petasan. Kalau kembang api saya kira tidak begitu berbahaya, cuma suaranya saja terkadang memuat kita kaget,\" ujar Reni berharap. Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah MPd mengingatkan pihak keamanan untuk mengawasi peredaran petasan yang bisa menggangu ketertiban. Seperti biasanya sering dikeluhkan banyak masyarakat karena dinilai meresahkan dan bisa mengganggu aktifitas ibada di bulan suci. \"Saya berharap pihak kepolisian juga mengawasi peredara petasan yang biasanya marak di jual di bulan puasa, \" ujar Junaidi. Dia berharap tidak ada kabar tentang kebakaran yang terjadi di bulan puasa yang diakibatkan petasan. \"Kita harus awasi peredaran petasan,\" jelas Gubernur. Di katakan Gubernur lagi, jika selain mengundang bencana kebakaran petasan juga bisa menganggu kekhusukan ibadah di bulan suci sepertinya saat solat isya seringkali kita di kejutkan dengan bunyi petasan dari anak anak kecil. \"Tapi apakah kita akan menyalahkan anak kecilnya tentu tidak oleh karena itu kita juga harus melakukan penertiban terhadap petasan,\" ujar Junaidi. (100)
Tertibkan Petasan
Senin 01-07-2013,11:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:17 WIB
Berkendara Dekat Bukan Berarti Aman, Ini Imbauan Astra Motor Bengkulu soal Safety Riding
Rabu 10-06-2026,16:53 WIB
Helmi Hasan Evaluasi SPMB 2026, Sekolah Diminta Tak Tutupi Nilai Seleksi
Rabu 10-06-2026,16:56 WIB
Helmi Hasan Terima Kunjungan Kapolda Bengkulu, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Terkini
Kamis 11-06-2026,10:07 WIB
Pelajar SMP Asal Pondok Batu Hilang Terseret Ombak di Pantai Badri Mukomuko
Kamis 11-06-2026,10:02 WIB
Polres Bengkulu Selatan Masih Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Pantai Pasar Bawah
Rabu 10-06-2026,17:03 WIB
Dugaan Penggelapan Rp3,7 Miliar Terkuak, Pihak CV Mandiri Sejahtera Klaim Kantongi Bukti Kuat
Rabu 10-06-2026,16:59 WIB
DKP Kota Bengkulu Usulkan Anggaran Rp500 Juta untuk Bantu Nelayan dan Kelompok Perikanan
Rabu 10-06-2026,16:56 WIB