TUBEI, BE - Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perindag saat ini kembali memberikan peringatan kepada para pengecer BBM yang ada di Kabupaten Lebong. Sambil menunggu adanya keputusan mengenai harga eceran tertinggi (HET) setelah kenaikan harga BBM oleh pemerintah, para pengecer tidak boleh menjual harga eceran minyak melampaui HET. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Drs Achmad Ghozali kepada wartawan kemarin. \"Memang harga eceran saat ini belum kita tetapkan karena masih menunggu hasil rapat. Namun, pada harga sebelumnya itukan ada HET. Jadi kita minta agar pengecer tidak memberikan harga melampaui HET yang telah ditentukan,\" kata Ghozali. Ditambahkannya, harga eceran sebesar Rp 7.000 hingga Rp 7.500 yang dijual para pengecer tersebut masih terbilang wajar. Namun dirinya menegaskan jika ada pengecer yang menjual dengan harga diatas Rp 10.000 maka pihaknya tak segan-segan untuk mencabut izin atau HO pengecer tersebut. \"Jika ada laporan maupun temuan harga BBM eceran yang terlalu tinggi segera laporkan, dan kita akan menindaklanjuti dengan mencabut izin HO nya. Untuk daerah kota harga RP 7500/liter masih terbilang wajar, sedangkan daerah perbatasan agak sedikit dari harga itu saya rasa juga cukup wajar karena untuk transportasinya tentunya menambah biaya mengingat SPBU di Kabupaten Lebong hanya satu,\" jelasnya.(777)
Lampaui HET, HO Pengecer Dicabut
Kamis 27-06-2013,19:15 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,21:11 WIB
Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Ditahan di Mako Brimob, SU Masih Belum Ditahan
Sabtu 07-11-2026,06:58 WIB
Bank di Prancis Jadi Sasaran Peretasan, Hacker Diduga Curi Dana Rp14,18 Triliun!
Sabtu 07-11-2026,06:59 WIB
Survei AHA Commerce: 82 Persen Karyawan Mengaku Puas dengan Budaya Kerja Perusahaan
Sabtu 07-11-2026,12:32 WIB
Hadapi Musim Hujan, BPBD Mukomuko Dorong Warga Biasakan Mitigasi Bencana
Jumat 06-11-2026,21:04 WIB
Fakta Penyitaan Rp2 Miliar Milik Dirut KAI pada Agustus 2025, Terkait Kasus Periode 2018–2023
Terkini
Sabtu 07-11-2026,19:48 WIB
Unived Gelar SNASIKOM 2026 Secara Hybrid, Bahas Kedaulatan Kognitif di Era AI
Sabtu 07-11-2026,17:40 WIB
Bengkulu Rawan Gempa dan Tsunami, PAPDI Diminta Perkuat Kesiapan Dokter Hadapi Bencana
Sabtu 07-11-2026,17:38 WIB
Hadapi Ancaman Bencana, Helmi Hasan Boyong Seluruh Bupati dan Wali Kota Bengkulu Temui Kepala BNPB
Sabtu 07-11-2026,17:37 WIB
Dua Jam Menunggu, Nasabah BNI Bengkulu Protes: Nomor Antrean Kalah oleh Panggilan Nama
Sabtu 07-11-2026,12:34 WIB