Adapun, fatwa tersebut berisi tiga (3) poin penting, di antaranya:
- Hukum orang yang meninggal dalam peperangan melawan musuh (NICA) serta komplotan-komplotannya adalah mati syahid.
- Hukum memerangi orang kafir yang merintangi kepada kemerdekaan kita sekarang ini adalah fardhu ain bagi tiap-tiap orang Islam yang mungkin, meskipun bagi orang fakir
- Hukum untuk orang yang memecah persatuan kita sekarang ini, wajib dibunuh.
Dari fatwa tersebut, akhirnya pada tanggal 22 Oktober dipilih sebagai tanggal ditetapkannya Hari Santri.
Kemudian, di tanggal 15 Oktober 2015, Presiden Jokowi meresmikan dan menetapkan Hari Santri lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015.
Sejak penetapan tersebut, maka pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Santri Nasional dengan berbagai kegiatan.
Makna Hari Santri Nasional 2026 Bagi Generasi Muda Indonesia
Ada beberapa nilai dan makna penting yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam peringatan Hari Santri Nasional ini, di antaranya:
- Pertama, semangat menuntut ilmu.
Belajar merupakan salah satu proses berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan memahami persoalan di sekitar kita.
- Kedua, membangun karakter dan integritas.
Pengetahuan juga perlu disertai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian supaya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
- Ketiga, mengembangkan kemandirian.
Generasi muda juga perlu didorong agar dapat mengembangkan potensi dan keterampilan supaya mampu menghadapi perubahan zaman.
- Keempat, memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Kemajuan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, namun juga dari kontribusi dalam membantu orang lain demi mendapatkan kesempatan yang lebih baik.
- Kelima, menjaga semangat persatuan.
Meski adanya perbedaan latar belakang, hal ini bukan alasan untuk berhenti bekerja sama. Justru lewat kolaborasi ini, berbagai persoalan sosial dapat dihadapi dengan lebih baik.
Berkat makna dan nlai-nilai tersebut menjadikan Hari Santri sebagai momentum refleksi bersama soal bagaimana pendidikan dan karakter dapat berkontribusi terhadap masa depan generasi muda Indonesia.