Jangan Tertipu Sikap Manis, Ini Tanda Pasangan yang Sebenarnya Red Flag

Kamis 03-09-2026,13:31 WIB
Reporter : Gina Arisandi
Editor : Rajman Azhar

Misalnya, melarang bertemu teman, membuat pasangan merasa bersalah ketika mengunjungi keluarga atau terus menjelek-jelekkan orang-orang terdekat agar pasangan menjauh dari mereka.

Isolasi dari keluarga dan teman merupakan salah satu bentuk perilaku yang dapat muncul dalam hubungan yang tidak sehat dan abusif. 

7. Memeriksa Ponsel dan Media Sosial Tanpa Menghargai Privasi

Meminta password, membaca pesan pribadi, memeriksa lokasi secara terus-menerus atau marah karena pesan tidak segera dibalas bukanlah ukuran rasa cinta.

Kepercayaan tetap membutuhkan privasi. NHS menyebut pemantauan media sosial, membaca pesan dan menggunakan teknologi untuk mengetahui keberadaan pasangan sebagai contoh perilaku yang dapat menjadi bagian dari kontrol atau kekerasan.

8. Mudah Mengancam atau Membuat Pasangan Takut

Ini merupakan salah satu tanda yang jauh lebih serius.

Ancaman tidak selalu berupa tindakan fisik. Ancaman menyakiti pasangan, merusak barang, mengancam orang terdekat atau menggunakan rasa takut agar pasangan menurut juga perlu diperhatikan.

Hubungan yang sehat seharusnya membuat seseorang merasa aman secara fisik maupun emosional, bukan terus-menerus takut terhadap reaksi pasangannya.

Red Flag Bukan Berarti Pasangan Harus Sempurna

Perlu dipahami bahwa setiap orang memiliki kekurangan. Berbeda pendapat, sesekali bertengkar atau melakukan kesalahan tidak otomatis membuat seseorang menjadi red flag.

Yang perlu diperhatikan adalah pola perilakunya. Apakah pasangan bersedia mendengarkan ketika perilakunya membuat kita tidak nyaman? Apakah ia mengakui kesalahan dan berusaha berubah? Atau justru terus mengulangi perilaku yang sama dan menyalahkan pasangan?

Hubungan yang sehat memungkinkan kedua pihak berkomunikasi, saling menghormati, memiliki ruang pribadi dan mengambil keputusan secara setara. 

Jangan Abaikan Perasaan Tidak Aman

Sikap romantis dan perhatian memang menyenangkan, tetapi hubungan yang sehat tidak hanya dinilai dari seberapa sering pasangan memberikan hadiah atau mengatakan "sayang".

Jika seseorang merasa terus dikontrol, diisolasi, direndahkan, ditekan atau bahkan takut terhadap pasangannya, kondisi tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai bentuk cinta.

Kategori :