3. Sering Merendahkan atau Membuat Pasangan Merasa Tidak Berharga
Sikap meremehkan juga tidak boleh dianggap sebagai candaan semata, terutama jika dilakukan berulang kali.
Contohnya seperti sering mengejek penampilan, kemampuan, pekerjaan, pendidikan atau pilihan pasangan. Termasuk pula mempermalukan pasangan di depan orang lain.
NHS memasukkan tindakan merendahkan, menghina, mempermalukan dan menyalahkan pasangan sebagai contoh kekerasan emosional atau verbal.
Jika seseorang terus-menerus dibuat merasa tidak cukup baik, kondisi tersebut dapat memengaruhi rasa percaya dirinya.
4. Selalu Membuat Pasangan Merasa Bersalah
Pernah mendengar kalimat seperti, "Kalau kamu benar-benar sayang, kamu pasti mau melakukannya"?
Kalimat semacam itu dapat menjadi bentuk tekanan jika digunakan untuk membuat pasangan melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan.
Hubungan yang sehat memungkinkan kedua pihak menyampaikan keinginan dan mengatakan tidak tanpa mendapatkan ancaman, tekanan atau manipulasi.
Ketika seseorang terus dibuat merasa bersalah karena mempertahankan batasan pribadi, hal tersebut patut diperhatikan sebagai tanda hubungan yang tidak sehat.
5. Tidak Menghargai Batasan Pribadi
Setiap orang memiliki batasan masing-masing, baik mengenai waktu, pertemanan, privasi maupun kedekatan fisik dan seksual.
Pasangan yang sehat seharusnya menghargai batasan tersebut. Sebaliknya, terus memaksa setelah seseorang mengatakan tidak merupakan perilaku yang tidak sehat.
Sumber kesehatan NHS menegaskan bahwa seseorang tidak seharusnya dipaksa melakukan aktivitas seksual atau tindakan lain yang tidak diinginkan.
6. Ingin Mengisolasi dari Keluarga dan Teman
Pada awal hubungan, seseorang mungkin ingin menghabiskan banyak waktu bersama pasangan. Namun, menjadi masalah ketika pasangan mulai berusaha memutus hubungan dengan orang-orang terdekat.