Setiap rupiah harus diuji melalui pertanyaan sederhana: apakah angka putus sekolah menurun, apakah kemampuan membaca dan berhitung meningkat, apakah distribusi guru lebih merata, dan apakah sekolah menjadi tempat yang aman bagi anak?
Pengawasan pendidikan juga harus bergeser dari pemeriksaan dokumen menuju evaluasi dampak. Data Rapor Pendidikan seharusnya tidak menjadi sekadar bahan presentasi tahunan, tetapi menjadi dasar penyusunan program dan anggaran di sekolah maupun pemerintah daerah. Masyarakat pun perlu memperoleh akses terhadap informasi mengenai kondisi dan kemajuan pendidikan di daerahnya.
Pada usia kemerdekaan ke-81, Indonesia tidak kekurangan slogan, program, ataupun anggaran. Tantangan terbesar kita adalah memastikan seluruh sumber daya tersebut dikelola menuju tujuan yang sama.
Indonesia akan benar-benar berdaulat ketika anak-anaknya mampu berpikir merdeka. Indonesia akan menjadi adil ketika tempat lahir dan kondisi ekonomi keluarga tidak menentukan mutu pendidikan seorang anak. Indonesia akan menjadi makmur ketika sekolah mampu membuka jalan bagi setiap warga untuk memperbaiki kehidupan.
Karena itu, perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki cara kita mengelola pendidikan. Sebab, masa depan kemerdekaan tidak hanya ditentukan di ruang rapat pemerintahan, tetapi juga di ruang-ruang kelas tempat generasi Indonesia belajar memahami dirinya, bangsanya, dan dunia.
Oleh: Emilda Sulasmi
(Guru Besar Universitas Pertahanan Republik Indonesia)