Selanjutnya bus parkir di SDN 2 Bukit Baru menunggu kepulangan siswa untuk kembali diantarkan ke rumah masing-masing.
Kehadiran bus Polri ini menjadi terobosan positif membantu masyarakat yang membutuhkan sehingga diharapkan situasi kamtibmas terjaga kondusif lewat layanan pendidikan yang tak terganggu.
Tanggung jawab bersama
Saat ini total ada 56 anak di Desa Sejahtera Mulia yang merupakan wilayah pelosok Kecamatan Satui mengandalkan jemputan bus ke sekolah.
Mereka terdiri atas 14 murid Sekolah Dasar (SD), 13 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 29 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).
Jarak terjauh dari rumah siswa ke sekolah ada yang mencapai lebih dari 10 kilometer.
Kehadiran bus selama ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat tak terkecuali pihak sekolah.
Baik guru maupun kepala sekolah kerap khawatir jika anak tak bisa berangkat ke sekolah akibat kendala transportasi.
Kecemasan itu sering muncul manakala armada bus perusahaan tak bisa menjemput akibat kendala teknis.
Oleh karenanya, para guru mengaku lega ketika mengetahui kini Polres Tanah Bumbu turun membantu.
Kepala SDN 2 Bukit Baru Asmiati mengatakan semangat belajar anak mayoritas terbilang tinggi dilihat dari kehadiran.
Dia mengungkapkan jarang sekali ada anak yang tidak masuk tanpa alasan jelas. Sehingga semangat positif ini harus terus dijaga agar anak tetap rajin sekolah.
"Harapan kita tentu paling tidak anak-anak di desa ini bisa menempuh pendidikan sampai SMA agar masa depan mereka lebih baik," katanya.
Pakar pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Ahmad Suriansyah mengatakan apa yang dilakukan Polres Tanah Bumbu sudah sejalan dengan konsep Tri Pusat Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara.
Keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa ini akan membentuk lingkungan belajar yang holistik.
"Jadi pendidikan tidak bisa dibebankan sepenuhnya pada guru atau Dinas Pendidikan saja, semuanya harus hadir bergerak dengan aksi nyata," katanya.