Bus Polisi Bantu Anak-anak Pelosok Satui Menjemput Mimpi

Kamis 25-06-2026,13:27 WIB
Reporter : ANTARA
Editor : Rajman Azhar

BENGKULUEKSPRESS.COM - Waktu menunjukkan pukul 06.00 Wita pada Senin (15/6) pagi saat Nur Revalina  bersiap untuk berangkat ke sekolah.

Anak berusia 10 tahun itu merupakan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bukit Baru di Desa Sejahtera Mulia, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Jarak sekolah yang beralamat di Jalan UPT Bukit Baru RT 08 Dusun III  dari rumahnya di PT Sumpol Timber Km 29 RT 04 kurang lebih delapan kilometer.

Setelah berjalan beberapa kilometer menuju kantor desa setempat, dia dijemput bus Polri milik Polres Tanah Bumbu jajaran Polda Kalimantan Selatan yang hari itu mengantarkan para siswa ke sekolah.

Kehadiran bus polisi ini untuk menggantikan sementara bus sekolah bantuan dari perusahaan setempat yang tidak bisa beroperasi lantaran kendala teknis.

Revalina bersama puluhan anak lainnya dari sejumlah sekolah nampak senang ketika sudah berada dalam bus untuk menempuh perjalanan menuju sekolah.

Selama perjalanan, anak-anak sekolah ditemani Briptu Ronal Saputra, anggota Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Sejahtera Mulia dari Polsek Satui.

BACA JUGA:Menko PM: Perbaikan tata kelola MBG upaya tepat tingkatkan mutu SDM

BACA JUGA:Prabowo akan Tingkatkan Biaya Pembangunan hingga ke Desa-Desa

Sang Bhabin juga membagikan kotak berisi beberapa kue untuk sarapan anak-anak sebelum menjalani proses belajar di sekolah.

Keberadaan bus sekolah begitu vital bagi anak-anak di Desa Sejahtera Mulia. Jarak yang jauh menuju sekolah serta kondisi jalan hamparan batu dan tanah liat rasanya tidak memungkinkan bagi anak untuk berangkat sendiri ke sekolah.

Apalagi situasi perjalanan sepi dengan kawasan hutan dan perkebunan kelapa sawit membuat semakin rawan jika anak pergi sendirian.

Terlebih jika dalam kondisi hujan, jalan sangat licin dan beberapa titik tergenang air sehingga sulit rasanya bagi anak untuk bersepeda apalagi berjalan kaki.

Keterbatasan orang tua untuk bisa mengantarkan anak ke sekolah juga menjadi kendala.

Revalina putri dari pasangan Arbainah dan Rahmi. Orang tuanya petani padi dan jagung yang menggarap lahan pertanian di Km 24 Dusun Pabilahan.

Kategori :