Bengkulu Bentuk Sentra Komando, Data Stunting dan Kemiskinan Akan Terintegrasi

Senin 08-06-2026,17:47 WIB
Reporter : Anggi Pranata
Editor : Rajman Azhar

BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan melalui pembentukan Sentra Komando di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, saat menerima kunjungan kerja Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bengkulu, Zamhir Setiawan, di ruang kerja Wakil Gubernur, Senin (8/6/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni dan Kepala DP3APPKB Provinsi Bengkulu.

Mian mengatakan, pembentukan Sentra Komando merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang bertujuan memperkuat koordinasi penanganan stunting dan kemiskinan berbasis data hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Menindaklanjuti SKB Empat Menteri, kami bersama pemerintah kabupaten dan kota akan mendirikan Sentra Komando untuk penanganan stunting dan kemiskinan daerah. Di Bengkulu terdapat 129 kecamatan dan 1.513 desa/kelurahan yang nantinya akan menjadi basis pemutakhiran dan pemaparan data kependudukan, termasuk data kemiskinan dan stunting,” ujar Mian.

BACA JUGA:BPS Apresiasi Pemprov Bengkulu Tekan Pengangguran, Sensus Ekonomi Siap Digelar

BACA JUGA:Astra Motor Bengkulu Kunjungi Sekolah Binaan di Kabupaten Seluma

Menurut dia, keberadaan Sentra Komando nantinya akan mempermudah pemerintah dalam melakukan pemetaan persoalan sosial di masyarakat sehingga program intervensi yang dijalankan menjadi lebih tepat sasaran.

“Kita ingin seluruh data di daerah benar-benar terintegrasi. Dengan data yang valid, penanganan stunting dan kemiskinan bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan efektif,” tambahnya.

Mian menilai, implementasi SKB Empat Menteri tentang Pengendalian Mutu Pelayanan Keluarga Berencana (KB) memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Optimalisasi program KB dinilai mampu memperkuat kesejahteraan keluarga sekaligus menekan angka kemiskinan.

“Semakin optimal program KB diterapkan, semakin besar peluang keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dan keluar dari lingkaran kemiskinan,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan daerah harus dimulai dari desa. Karena itu, Sentra Komando diharapkan menjadi instrumen penting dalam memperkuat pembangunan berbasis desa dan kelurahan.

“Sentra Komando ini akan menjadi instrumen untuk memperkuat pembangunan dari desa. Kemajuan daerah merupakan barometer keberhasilan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu, Zamhir Setiawan, menjelaskan kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memperkuat implementasi SKB Empat Menteri di daerah.

“SKB Empat Menteri merupakan kebijakan kolaboratif yang bertujuan memperkuat standar, pengawasan, dan evaluasi layanan Keluarga Berencana secara nasional. Kebijakan ini memastikan alat dan obat kontrasepsi yang tersedia di fasilitas kesehatan aman, bermutu, dan terdistribusi secara merata,” jelas Zamhir.

Ia menegaskan, implementasi kebijakan tersebut diharapkan dapat mendukung program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), khususnya dalam percepatan penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan.

Kategori :