Tekan Stunting, 2.272 Keluarga di Bengkulu Utara Jadi Fokus Program Genting

Rabu 29-04-2026,09:21 WIB
Reporter : Aprizal
Editor : Rajman Azhar

BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terus memperkuat langkah pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui rapat koordinasi optimalisasi capaian Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini difokuskan sebagai strategi terpadu untuk menekan angka stunting secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyatukan langkah antarorganisasi perangkat daerah, stakeholder, hingga elemen masyarakat agar penanganan stunting berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bengkulu Utara, Nova Hendriyani SKM MM, mengatakan program Genting merupakan salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan keluarga berisiko stunting (KRS) melalui pola kolaborasi lintas sektor.

“Rakor ini menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan capaian program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, sekaligus memperkuat koordinasi seluruh pihak dalam pencegahan, percepatan, dan penurunan stunting di Bengkulu Utara,” ujar Nova Hendriyani, Selasa 28 April 2026.

Berdasarkan data yang ada, di Kabupaten Bengkulu Utara tercatat sebanyak 2.272 keluarga berisiko stunting (KRS) yang tersebar di seluruh kecamatan. Data tersebut menjadi fokus utama intervensi program agar bantuan dan pendampingan dapat diberikan secara terarah.

BACA JUGA:10 Dokter Internship Lulus, Pemkab Kaur Beri Apresiasi

BACA JUGA:Batik Lesplang Bengkulu: Lahir dari Riset Akademik, Hadirkan Identitas Baru Selain Basurek

“Sebanyak 2.272 keluarga berisiko stunting ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, diperlukan dukungan bersama agar sasaran ini mendapatkan pendampingan optimal demi mencegah lahirnya generasi stunting baru,” tambahnya.

Nova menegaskan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga keluarga itu sendiri.

“Pencegahan stunting harus dilakukan secara bersama-sama, melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi semua pihak. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kolektif demi masa depan anak-anak Bengkulu Utara,” jelasnya.

Melalui program Genting, pemerintah mendorong hadirnya kepedulian sosial melalui peran orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting, baik dalam bentuk bantuan pemenuhan gizi, edukasi, maupun pendampingan kesehatan.

“Kami berharap program Genting mampu menjadi gerakan nyata yang melibatkan lebih banyak pihak untuk bersama-sama menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bengkulu Utara,”tandasnya.

Pemkab Bengkulu Utara optimistis, dengan penguatan koordinasi dan keterlibatan seluruh elemen, target penurunan stunting dapat tercapai lebih maksimal sehingga mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.(127)

Kategori :