BENGKULUEKSPRESS.COM- Dukungan terhadap upaya peningkatan sektor pertanian di Kabupaten Bengkulu Selatan terus mengalir. Salah satunya datang dari Ketua Komisi II DPRD Bengkulu Selatan yang juga Ketua Bapemperda sekaligus Sekretaris DPD Partai Golkar Bengkulu Selatan, Nisan Deni Purnama, S.I.P.
Ia menyampaikan apresiasi atas kinerja Bupati Bengkulu Selatan, H Rifai Tajuddin bersama Wakil Bupati Bengkulu, Yevri Sudianto yang dinilai berhasil menghadirkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI. Langkah tersebut dianggap sebagai strategi tepat dalam mendorong kemajuan sektor pertanian daerah.
"Kami mengapresiasi atas kinerja bapak Bupati Bengkulu Selatan dalam hal ini menjemput bola agar supaya kabupaten kita mendapatkan bantuan alsintan dari kementerian pertanian," ujar Nisan Deni Purnama kepada BE, Senin 27 April 2026.
Menurutnya, kehadiran alsintan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas pertanian, mulai dari masa tanam hingga pascapanen. Oleh karena itu, ia berharap bantuan yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.
"Kami berharap bantuan ini betul-betul bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bisa membantu masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan dalam menghadapi, baik itu pasca panen, pasca tanam, sebelum masa tanam," sambungnya.
BACA JUGA:Permenkomdigi 2026 Diterapkan, Diskominfo Tekankan Pengawasan Anak
BACA JUGA:Mantan Kepala BPN Bengkulu Selatan Jadi Tersangka Kasus Sertifikat HPT Bukit Rabang
Lebih lanjut, Nisan menegaskan bahwa Komisi II DPRD Bengkulu Selatan akan terus mendorong agar distribusi alsintan tepat sasaran, khususnya bagi petani yang benar-benar membutuhkan. Selain mempermudah proses pertanian, penggunaan alsintan juga diharapkan mampu menekan biaya produksi petani.
"Seperti yang disampaikan tadi, bisa membantu menekan biaya produksi para petani di Kabupaten Bengkulu Selatan ke depan," pungkasnya.
Diketahui, Kabupaten Bengkulu Selatan telah menerima bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian RI, di antaranya 6 unit combine harvester pada akhir 2025 serta tambahan 3 unit traktor roda empat (jonder) pada Maret 2026. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. (117)