Fokus Genting, Bengkulu Selatan Targetkan Stunting Terus Menurun

Kamis 16-04-2026,16:48 WIB
Reporter : Renald
Editor : Rajman Azhar

BENGKULUEKSPRESS.COM – Upaya penanganan stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan mulai menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data terbaru tahun 2025, jumlah keluarga berisiko stunting tercatat sebanyak 4.216 keluarga, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 4.473 keluarga.

Penurunan ini menjadi indikasi bahwa berbagai program intervensi yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata. Salah satu program yang dinilai berkontribusi besar adalah Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (Genting) yang kini menjadi harapan baru dalam menekan angka stunting.

Secara keseluruhan, jumlah keluarga di Bengkulu Selatan pada tahun 2025 tercatat sebanyak 50.491 keluarga. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.445 keluarga masuk dalam kategori sasaran program penanganan stunting. Sementara itu, 33.229 keluarga tercatat tidak berisiko, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan data tahun 2024, total keluarga saat itu sebanyak 50.325 keluarga dengan 29.097 keluarga sasaran. Dari jumlah tersebut, 24.334 keluarga tidak berisiko dan 4.473 keluarga masih masuk kategori berisiko stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Bengkulu Selatan, Ferry Kusnadi, SE, menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari peran aktif berbagai pihak dalam menjalankan program pencegahan stunting secara berkelanjutan.

“Program Genting menjadi salah satu strategi utama kami dalam menekan angka keluarga berisiko stunting. Melalui pendekatan ini, kami melibatkan berbagai elemen untuk memberikan pendampingan langsung kepada keluarga,” ujar Ferry.

Ia menjelaskan, program Genting tidak hanya berfokus pada bantuan materi, tetapi juga mencakup edukasi gizi, pola asuh anak, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan kolaborasi, konsistensi, dan keterlibatan semua pihak agar hasilnya benar-benar maksimal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ferry menegaskan bahwa meskipun terjadi penurunan angka, pemerintah daerah tidak akan berpuas diri. Masih adanya 4.216 keluarga berisiko menjadi perhatian serius yang harus segera ditangani.

“Kami terus melakukan pemetaan dan pendampingan terhadap keluarga berisiko. Target kami jelas, angka ini harus terus ditekan setiap tahunnya,” tegasnya.

Program Genting sendiri merupakan inovasi dalam penanganan stunting di Bengkulu Selatan. Melalui program ini, setiap keluarga berisiko mendapatkan perhatian khusus dari para orang tua asuh yang membantu pemenuhan kebutuhan dasar anak, baik dari sisi gizi maupun kesehatan.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan stunting. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting secara signifikan.

Meski tantangan masih ada, tren penurunan angka keluarga berisiko stunting menjadi sinyal positif bahwa langkah yang diambil sudah berada di jalur yang tepat. Dengan komitmen yang kuat, Bengkulu Selatan optimistis dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang. (117)

Tags :
Kategori :

Terkait