Siap-siap, Dinas Ketahanan Pangan Mukomuko Bakal "Gerebek" Mendadak 9 Satuan Pelayanan Gizi Gratis

Sabtu 28-03-2026,14:47 WIB
Reporter : Endi
Editor : Rajman Azhar

​BENGKULUEKSPRESS.COM– Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko tidak ingin main-main dalam urusan perut anak sekolah. Guna menjamin keamanan dan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), tim pengawas dalam waktu dekat akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) tanpa pemberitahuan ke seluruh sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di berbagai kecamatan.

​Langkah "gerilya" ini diambil untuk memastikan bahwa pengelola SPPG benar-benar menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten, bukan sekadar formalitas saat ada kunjungan resmi.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma, menegaskan bahwa metode sidak dipilih agar tim dapat melihat kondisi riil di dapur pengolahan makanan. Mulai dari kebersihan fasilitas, tata kelola bahan baku, hingga kelayakan sarana yang digunakan sehari-hari.

Persiapan sedang kita matangkan, termasuk pembentukan tim khusus. Sidak ini sifatnya mendadak dan tanpa pemberitahuan. Kami ingin melihat potret jujur di lapangan, bagaimana penerapan standar pengolahan makanan mereka saat tidak diawasi,” ujar Elxsandi. 

BACA JUGA:Kabar Gembira, Petani Mukomuko Bakal Diguyur Bantuan Replanting Rp60 Juta Per Hektare

BACA JUGA:Revitalisasi Eks Mess Pemda Dikebut, Disiapkan Jadi Kantor Wali Kota

​Lebih dari sekadar memantau kebersihan, tim ahli juga akan melakukan uji petik terhadap bahan pangan yang digunakan. Fokus utamanya adalah mendeteksi adanya kandungan berbahaya, seperti residu pestisida pada sayuran atau bahan kimia lain yang dapat mengancam kesehatan anak-anak.

 ​Pemerintah daerah memandang pengawasan ini sangat krusial mengingat sasaran utama program MBG adalah kelompok rentan, yakni para pelajar yang sedang dalam masa pertumbuhan.

​“Yang kita periksa bukan cuma ketersediaan stok, tapi kualitas dan keamanannya. Kami akan verifikasi langsung bahan pangannya. Jangan sampai ada zat berbahaya yang terkonsumsi oleh anak-anak kita. Standar keamanan pangan adalah harga mati,” tegasnya lagi. 

​Saat ini, kesembilan SPPG yang tersebar di wilayah Mukomuko sedang dalam pantauan radar Dinas Ketahanan Pangan. Elxsandi memperingatkan para pengelola agar tidak lengah dan selalu menjaga mutu gizi serta kebersihan fasilitas secara berkelanjutan.

​Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan serta memastikan investasi pemerintah pada gizi anak benar-benar tepat sasaran dan berkualitas tinggi.

​“Monitoring ini akan dilakukan secara berkala dan acak. Kami harap semua unit SPPG menjalankan tugas sesuai ketentuan. Kualitas bahan pangan harus tetap terjaga demi masa depan generasi muda Mukomuko,” tutup Elxsandi. (**)

Kategori :