BENGKULUEKSPRESS.COM – Keluhan terkait dugaan penjualan kelapa di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Kota Bengkulu sempat ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pariwisata Kota Bengkulu langsung bergerak cepat dengan menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan penelusuran.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kenyamanan dan keadilan harga bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata, khususnya di kawasan pantai.
Dedy mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak ragu melaporkan jika menemukan praktik penjualan di luar ketentuan, baik terkait harga dagangan maupun tarif parkir yang melebihi aturan resmi. Menurutnya, partisipasi publik sangat penting untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan.
BACA JUGA:Pemkot Pungkulu Pastikan Layanan Call Center 112 Siaga 24 Jam Selama Libur Lebaran
BACA JUGA:144 Desa di Mukomuko Ajukan Pencairan Dana Desa 2026, Total Anggaran Rp169 Miliar
“Kalau ada kejadian seperti itu, jangan takut untuk melaporkan. Zaman sekarang sudah canggih, bisa direkam atau difoto sebagai bukti,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya bukti visual seperti video atau foto agar memudahkan petugas dalam melakukan penindakan. Laporan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh instansi terkait, mulai dari Dinas Pariwisata, Satpol PP, hingga pihak kepolisian.
Lebih lanjut, Dedy mengingatkan para pedagang untuk tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Ia berharap para pelaku usaha di kawasan wisata dapat menjual barang dengan harga yang wajar dan tidak merugikan pengunjung.
Pemerintah Kota Bengkulu memastikan akan terus melakukan pengawasan secara intensif guna menciptakan suasana wisata yang aman, nyaman, dan tertib, terutama di momen libur panjang yang biasanya dipadati wisatawan. (*)