BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Kota Bengkulu menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) bagi pedagang di kawasan wisata Pantai Panjang selama libur Lebaran. Kebijakan ini bertujuan menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengatakan kondisi di lapangan tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut para pedagang mulai mematuhi aturan harga yang telah ditetapkan.
“Yang pasti kalau kita mau jujur, dibanding tahun lalu ini sedikit lebih baik. Tidak ada yang menjual harga di luar logika,” ujarnya.
Sebagai bentuk pengawasan, Pemkot Bengkulu telah memasang informasi tarif parkir resmi di sejumlah titik. Aparat gabungan dari pemerintah kota hingga kepolisian juga disebar untuk melakukan pengawasan langsung.
BACA JUGA:ASN Bengkulu Diingatkan Jangan Perpanjang Libur Lebaran, Wajib WFO Mulai 30 Maret
BACA JUGA:Sidak Dukcapil, Wali Kota Bengkulu Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu
“Kami sudah menempelkan tarif parkir, tidak boleh melebihi. Memang tidak bisa kami jamin 100 persen, tapi kami akan terus berusaha,” tambahnya.
Dedy juga mengajak masyarakat dan wisatawan untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan dengan mendokumentasikan pelanggaran yang terjadi di lapangan.
“Kalau ada, tolong videokan. Misalnya ada yang minta Rp5.000 atau Rp10.000 tidak sesuai, videokan. Kalau ada buktinya, langsung kami tindak,” tegasnya.
Ia mengingatkan pelaku usaha agar tidak menetapkan harga yang tidak masuk akal, termasuk menjual makanan dan minuman dengan harga terlalu tinggi. Hal yang sama berlaku bagi juru parkir ilegal.
“Jangan ada kopi Rp50 ribu, itu tidak masuk akal. Untuk parkir juga begitu, kalau ada juru parkir ilegal dan tarif tidak wajar, videokan, jangan takut. Kami jamin 1x24 jam langsung kami turun ke lapangan,” katanya.
Di sisi lain, Dedy mengungkapkan kunjungan wisatawan ke Bengkulu selama libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan. Tingkat hunian hotel di kawasan Pantai Panjang bahkan dilaporkan penuh.
“Alhamdulillah wisatawan Bengkulu luar biasa. Hari kedua hotel di pantai full,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari upaya penataan kawasan Pantai Panjang yang terus dilakukan pemerintah. Meski demikian, pembangunan fasilitas masih belum sepenuhnya rampung.
“Pantai kita sudah kita tata, sudah kita rapikan. Tapi ini belum selesai. Gazebo itu baru seperempat, masih ada sisanya yang belum kita bangun. Mohon doa,” tutupnya.(**)