BENGKULUEKSPRESS.COM - Program pengadaan laptop bagi tenaga pendidik yang dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko kembali menjadi sorotan. Program tersebut tetap dilanjutkan pada tahun anggaran 2026 dengan nilai anggaran lebih dari Rp1 miliar.
Berdasarkan data yang dihimpun, pengadaan perangkat tersebut dilakukan melalui dua paket kegiatan. Paket pertama senilai Rp416.250.000 untuk 30 unit laptop bagi tenaga pendidik.
Sementara paket kedua bernilai Rp596.625.000 untuk pengadaan 43 unit laptop tambahan. Dengan demikian, total anggaran untuk 73 unit laptop tersebut mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Program serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan pada tahun 2025. Saat itu, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,5 miliar untuk pengadaan 265 unit laptop yang didistribusikan ke jenjang PAUD hingga SMP.
Pengamat pemerintahan dan tata negara Muslim Chaniago menilai program tersebut perlu dikaji kembali dari sisi prioritas anggaran. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikaitkan dengan dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan.
"Seharusnya program ini ditelaah lebih dalam. Di mana relevansinya dengan peningkatan kualitas siswa? Apakah laptop itu digunakan untuk aplikasi multimedia berat atau hanya sekadar fungsi administratif?" ujar Muslim, Senin (16/3/2026).
Ia menilai pemerintah daerah dapat mempertimbangkan alternatif penggunaan anggaran, seperti pembangunan fasilitas pendidikan yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh siswa.
BACA JUGA:Gerai Koperasi Desa Merah Putih Talang Gading Siap Beroperasi
BACA JUGA:Seorang Karyawan Bank di Bengkulu Ditangkap Terkait Dugaan Sabu
"Lebih bijak jika anggaran itu dialihkan untuk membangun laboratorium komputer di sekolah. Itu jelas jadi aset daerah yang bisa dipakai bergantian oleh anak didik secara berkelanjutan. Kalau dibagikan personal seperti ini, saya mempertanyakan status asetnya; apakah jadi milik pribadi guru atau tetap aset daerah? Jangan sampai anggaran miliaran hilang tanpa jejak kontribusi pada standar pelayanan minimum pendidikan," tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Disdikbud Kabupaten Mukomuko menyatakan program pengadaan laptop merupakan bagian dari upaya mendukung digitalisasi pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mukomuko Arni Gusnita melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Ramon Hoski menjelaskan perangkat tersebut dibutuhkan untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi informasi.
"Tujuannya murni efektivitas pembelajaran. Sekarang semua sudah berbasis IT. Laptop yang kita adakan pun sudah sesuai spek standar dengan harga kisaran Rp 7 jutaan per unit di tahun lalu," ujar Ramon.
Ia juga menyebut program tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang telah direncanakan sebelumnya dan akan tetap dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.
"Ini sudah menjadi program prioritas dan akan tetap kita lanjutkan di tahun 2026 ini," tutup Ramon.(**)