BENGKULUEKSPRESS.COM - Gerakan Pangan Murah (GPM) 2026 yang digelar serentak oleh Kepolisian Republik Indonesia mendapat sambutan antusias dari masyarakat di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan bazar atau pasar murah tersebut dilaksanakan di Lapangan Anton Soejarwo Polda Bengkulu, Jumat (13/3).
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama Polri dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Perekonomian dan Pembangunan, RA Denni hadir mewakili Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan rapat koordinasi nasional melalui zoom meeting bersama Kapolri yang diikuti oleh jajaran kepolisian mulai dari Mabes Polri, Polda hingga Polres di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:THR ASN Pemkot Bengkulu Mulai Dicairkan, Total Anggaran Rp30 Miliar
BACA JUGA:Walikota Cup Bengkulu 2026 Siap Digelar di Pantai Panjang
RA Denni menyampaikan apresiasi kepada Polda Bengkulu atas pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah tersebut.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah 2026 merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan Polri pada tahun 2025.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Beberapa di antaranya beras SPHP Bulog kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp56.500, minyak goreng Rp14.500 per liter, serta gula pasir Rp17.000 per kilogram.
Program Gerakan Pangan Murah ini direncanakan berlangsung selama satu tahun dan akan diperluas hingga ke tingkat Polsek.(**)