KOTA MANNA, BENGKULUEKSPRESS.COM – Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan maksimal oleh SMPN 6 Bengkulu Selatan untuk memperkuat pembinaan karakter religius peserta didik. Sebelum memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), seluruh siswa diwajibkan mengikuti rangkaian ibadah rutin guna menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini.
Sejak hari pertama Ramadan, suasana sekolah tampak lebih khusyuk. Siswa muslim mengikuti serangkaian kegiatan rutin, mulai dari salat Dhuha berjamaah, pembacaan Surah Yasin, hafalan ayat pendek setiap Rabu dan Kamis, hingga latihan kultum pada hari Jumat. Seluruh rangkaian ini dimulai 30 menit sebelum pelajaran pertama dengan bimbingan guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Kepala SMPN 6 Bengkulu Selatan, Roni Sastiawan, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan selama bulan puasa.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk membentuk karakter. Melalui tadarus, salat berjamaah, dan latihan kultum, siswa tidak hanya belajar mengaji, tetapi juga melatih disiplin serta membangun kepercayaan diri,” ujar Roni, Kamis (26/2).
BACA JUGA:Jaga Kekhusyukan Ramadan, Kapolres Kaur Pimpin Patroli Skala Besar di Lokasi Rawan
BACA JUGA:Dugaan Kekerasan Saat Pemira, GMNI–HMI Bengkulu Bersatu Desak Klarifikasi Rektorat Unived
Kegiatan kultum setiap Jumat diisi secara bergantian oleh siswa dengan tema seputar akhlak dan keutamaan puasa. Program ini dinilai efektif untuk melatih keberanian bicara di depan umum sekaligus menumbuhkan kesadaran spiritual.
Selain kegiatan internal, pihak sekolah juga menjadwalkan agenda besar pada 17 Maret 2026 mendatang. SMPN 6 akan mengundang penceramah dari luar untuk memberikan tausiah kepada seluruh warga sekolah guna memperdalam pemahaman keagamaan.
Salah seorang siswa kelas VIII mengungkapkan bahwa rutinitas religi ini memberikan ketenangan batin sebelum menghadapi pelajaran di kelas.
“Kami merasa lebih siap belajar setelah salat Dhuha dan tadarus bersama. Suasana sekolah jadi lebih tenang dan Ramadan terasa lebih bermakna,” ungkapnya.(**)