Banner HONDA

Dinsos Kejar Pemenuhan Kuota Sekolah Rakyat

Dinsos Kejar Pemenuhan Kuota Sekolah Rakyat

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, -foto: istimewa-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Pemerintah terus mematangkan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program yang menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, mengatakan proses verifikasi calon peserta didik terus dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran dan diterima oleh anak-anak yang benar-benar membutuhkan.

"Program Sekolah Rakyat memang dirancang untuk menjangkau keluarga yang berada pada kelompok ekonomi terbawah. Karena itu proses verifikasi dilakukan secara ketat agar penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.

BACA JUGA:Pertamina Dampingi UMKM Lokal, Batik Besurek Bengkulu Berhasil Tembus Pasar Global

BACA JUGA:Musda II KAHMI Mukomuko Jadi Ajang Konsolidasi Gagasan dan Penguatan Organisasi

Menurut Afriyenita, sasaran utama program tersebut berasal dari kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kelompok ini merupakan masyarakat yang tergolong miskin hingga miskin ekstrem.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak menerapkan sistem pendaftaran terbuka dalam proses penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat. Sebaliknya, pemerintah melakukan penjangkauan langsung berdasarkan data sosial yang telah tersedia.

"Program ini tidak membuka pendaftaran umum seperti sekolah pada umumnya. Pemerintah aktif mencari dan menjangkau calon peserta didik berdasarkan data yang dimiliki, sehingga bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh kelompok yang menjadi sasaran," katanya.

Selain memanfaatkan data pemerintah, proses penjangkauan juga dilakukan melalui pendamping sosial dan perangkat wilayah untuk menemukan anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan namun belum terakomodasi dalam sistem pendidikan formal.

Menurut Afriyenita, pendekatan tersebut dilakukan agar tidak ada anak dari keluarga prasejahtera yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.

"Masih ada anak-anak yang putus sekolah atau belum mendapatkan akses pendidikan secara optimal. Program ini hadir untuk memberikan kesempatan kepada mereka agar dapat kembali belajar dan meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, keberhasilan Program Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang diterima, tetapi juga dari dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Harapan kami, anak-anak yang mengikuti program ini nantinya memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, melanjutkan pendidikan, dan meningkatkan taraf hidup keluarganya di masa mendatang," tambahnya.

Pemerintah Kota Bengkulu juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait guna memastikan seluruh kuota yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yang berhak menerima manfaat program tersebut.(805)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: