BANYAK warga disetiap desa yang menginginkan subsidi karet. Namun usulan itu sering tak mendapatkan respon dari pemerintah daerah. Seperti di Desa Pagar Banyu Kecamatan Arma Jaya. sudah tiga tahun lebih usulan yang diajukan tidak ada tindak lanjut pemerintah daerah.\"Harga karet saat ini anjlok dan berakibat penurunan pendapatan petani. Sudah semestinya ada subsidi dari pemerintah daerah,\" kata Kades Pagar Banyu, Ujang. Kebutuhan karet sangat diperlukan warga dalam setiap bulannya mencapai 500 pohon karet untuk setengah hektarnya. Sebagian besar penduduk di desa itu mengandalkan mata pencaharian sebagai petani karet. Dengan kondisi saat ini harga jual yang rendah, berbanding terbalik dengan harga bibit karet yang cukup mahaldengan kisaran harga mencapai Rp 9 ribu perbatang. \"Kalau kondisinya seperti ini terus, perekonomian warga akan terpuruk,\" jelasnya.(117)
Harga Karet Anjlok
Sabtu 27-04-2013,14:10 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 27-08-2026,09:41 WIB
Gerakan Cegah Penularan Tuberkulosis dan Penanggulangan TBC melalui Edukasi pada Ibu Hamil dan Ibu Balita
Kamis 27-08-2026,12:01 WIB
Syarifudin Dilantik Jadi Sekda Definif Kabupaten Lebong
Kamis 27-08-2026,12:22 WIB
Sering Berkeringat Berlebihan? Ini Fakta Hyperhidrosis yang Perlu Diketahui
Kamis 27-08-2026,13:41 WIB
KONI Provinsi Bengkulu Bidik 6 Emas di PON 2028, Atlet Berprestasi Disiapkan Masa Depan
Kamis 27-08-2026,13:49 WIB
Didukung 53 Personel, Damkar Mukomuko Masih Terkendala Armada dan Pos
Terkini
Kamis 27-08-2026,16:53 WIB
Pemkot Bengkulu Perkuat Komitmen Menuju Zero Stunting
Kamis 27-08-2026,16:52 WIB
28 Ribu Warga Bengkulu Nikmati BPJS Gratis, Pemkot Perkuat Jaminan Kesehatan
Kamis 27-08-2026,16:41 WIB
Alur Pulau Baai 6,5 Meter LWS, Dua Kapal Bawa 7.500 Ton Pertalite Lancar Bersandar
Kamis 27-08-2026,16:27 WIB
Saksi Bongkar Fee 18–20 Persen Proyek dari PT CMC di Rejang Lebong
Kamis 27-08-2026,16:22 WIB