Pakai Mobil Listrik Banyak Plusnya, Ini Cerita Rosi Tri Kriswanto salah satu Pegawai PLN UID S2JB

Sabtu 13-05-2023,10:39 WIB
Editor : Rajman Azhar

BENGKULUEKSPRESS.COM - Menjadi contoh sebagai pengguna mobil listrik, Rosi Tri Kriswanto, salah satu pegawai PLN UID S2JB, telah menggunakan kendaraan listrik sejak Bulan Oktober 2022. Mobil listrik berwarna biru magenta telah menemaninya di sepanjang jalan berangkat dan pulang kantor. Rosi mengaku tertarik menggunakan mobil listrik karena lebih efisien.

Biaya operasionalnya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan mobil konvensional berbahan bakar fossil. Dalam sebulan, Ia bisa menghemat biaya sekitar 88% dibandingkan ketika menggunakan mobil konvensional. 

Dari sisi kepraktisan, mobil listrik yang Ia gunakan memiliki dimensi compact, sehingga cukup lincah jika bermanufer pada kondisi lalu lintas padat dan gang-gang sempit.

“Bentuknya yang compact membuat mobil ini lebih lincah, bisa memangkas waktu dan jarak tempuh di Kota Palembang yang macet, serta tidak membutuhkan space parkir yang besar. Selain itu, dengan mobil listrik Saya jadi terbebas dari antrian pengisian bahan bakar karena alternatif pengisian daya listriknya bisa dilakukan di berbagai tempat, seperti di rumah, di kantor, di mall ataupun di SPKLU,” ungkap Rosi.


Komunitas pengguna mobil listrik di Palembang-(foto: istimewa)-

BACA JUGA:Tinjau Langsung Command Center PLN di Labuan Bajo, Kementerian BUMN Pastikan Keandalan Listrik KTT ASEAN

BACA JUGA:Rumah BUMN Jambi Beri Pelatihan Desain Promosi Bagi UMKM Binaan PLN

Kapasitas daya listrik baterai mobil yang Rosi gunakan adalah sebesar 26,7 kWh. Dengan daya listrik tersebut, mobil mampu menempuh jarak hingga 300 km. Namun hal ini juga tergantung dari kondisi jalan dan gaya berkendara pengguna mobil. 

“Kalo kondisi macet, tentunya jarak tempuh dengan daya tersebut menjadi lebih pendek,” kata Rosi.

Untuk lama waktu pengisian daya, terhitung dari persentase baterai 20% hingga kondisi full membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Saat ini, secara umum kendaraan listrik sudah dilengkapi fitur energi recovery yang menjadi keunggulan.

“Ketika mengaktifkan fitur energi recovery, apabila kita melalui jalan dengan kontur menurun, mobil akan melakukan pengisian baterai secara otomatis, karena mobil memanfaatkan fungsi regeneratif braking pada motor listriknya, sehingga jangkauan jarak tempuh menjadi bertambah,” terang Rosi.

Perawatan mobil listrik tergolong simple. Pengguna cukup mengatur pola pengecasan saat baterai berada di range 20% hingga 30%, tidak perlu melakukan pengecasan secara terus menerus.  Jenis baterai yang digunakan oleh mobil Rosi adalah LFP (Lithium Fero Phospate) yang secara life cycle mampu bekerja dalam 2.000 siklus dan tingkat self-discharge sangat lambat sehingga umur pemakaiannya jauh lebih lama jika dibanding dengan jenis baterai lain.

Apabila terindikasi baterai rusak dan masa garansi baterai telah habis, maka yang harus dilakukan adalah memastikan apakah memang terjadi kerusakan baterai atau hanya komponen pendukungnya saja. Jika ternyata hanya beberapa cell baterai yang rusak, maka cukup mengganti cell yang rusak saja tidak harus mengganti baterai secara keseluruhan. Harga 1 cell baterai jenis LFP untuk spesifikasi baterai 230 AH/3,2 Volt saat ini sekitar 2 jutaan rupiah.

“Dengan trip rata-rata saya dalam 1 siklus pengisian daya dan dengan pola pengisian daya yang teratur, maka umur baterai dapat diprediksi lebih dari 20 tahun pemakaian,” ujar Rosi.

Rosi ingin mulai beradaptasi dan membiasakan diri menggunakan kendaraan listrik karena menurutnya saat ini adalah saat yang tepat untuk beralih menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan dan efisien.

Kategori :