SIDANG praperadilan Raffi Ahmad kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (11/3). Sidang kali ini beragenda mendengarkan keterangan saksi dari termohon atau pihak Badan Narkotika Nasional (BNN). BNN menyodorkan Agus, penyidik BNN sebagai saksi.
Dihadapan Majelis Hakim, Agus menjelaskan, saat penggerebekan, seluruh handphone yang ada dikumpulkan, termasuk milik Raffi. Dalam transkrip handphone Raffi diketahui kalau presenter Dahsyat itu merencanakan menggunakan MDMA (ekstasi).’’Pada saat penggerebekan itu, dikumpulkan, HP (handphone) diperiksa. Kami lakukan penggeledahan. HP milik Raffi Ahmad kami buka secara manual. Memang di situ ada yang mengatakan Raffi menggunakan MDMA.’MDMA-an malam ini’,’’ jelasnya.
Menurut Agus, dari pemeriksaan itu diketahui bahwa Raffi-lah yang mengajak berpesta narkoba. Dalam komunikasi yang Agus temukan, Raffi meminta seseorang bernama Rajiv untuk meracik MDMA. ’’Racikan buat saya lima orang’. ’MDM-nya masih banyak kan, Bro?’. Pas penggerebekan, ditemukanlah ganja dan 14 pil MDMA itu,’’ lanjutnya.
Namun, saat ditangkap dan diperiksa, Raffi justru negatif ekstasi. Tetapi, dia justru positif mengandung zat baru yang belakangan disebut methilon. ’’Kandungan di dalam tubuh Raffi adalah MDMC (methylene dioxymethcathinone). Memang tidak tercantum di lampiran UU Narkotika,’’ katanya.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap ahli seperti Lula Kamal dan Mufti, MDMC lantas ditetapkan sebagai golongan narkotika, yang berefek sama seperti MDMA. ’’Saya tahu asas legalitas, seseorang tidak berhak dipidana jika tidak ada undang-undangnya. Tapi kami meminta ahli pidana untuk kasus ini, dan ahli kimia farma menetapkan MDMC golongan narkotika,’’ tambahnya. Dalam persidangan juga disebutkan inisial lima orang yang dimaksud dalam transkip tersebut, yaitu Raffi, MA, WH, W, dan SG.
Sementara itu, tim kuasa hukum Raffi, Hotma Sitompul dalam membacakan kesimpulan menyatakan agar BNN segera membebaskan kliennya. Tim kuasa hukum Raffi Ahmad membacakan kesimpulan eksepsinya yaitu berdasarkan bukti-bukti dan pernyataan saksi-saksi yang telah diuraikan dalam persidangan, pihak pemohon (Raffi Ahmad) dengan tegas menolak dalil-dalil termohon (BNN) yang menurut mereka tidak sesuai hukum.
Mereka juga menyatakan perbuatan termohon terkait penerbitan surat penangkapan, diperpanjang surat perintah penangkapan, surat pembantaran yang terbukti tidak sah secara hukum dengan segala akibat hukumnya.’’Segera membebaskan pemohon dari tempat rehab, segera setelah putusan praperadilan dibacakan. Agar termohon (BNN) tunduk dan patuh pada ketetapan hukum,’’ tukasnya. (dew)
Pengacara Raffi Ahmad Tolak Dalil BNN
Selasa 12-03-2013,18:30 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 02-05-2026,08:07 WIB
Mandi di Muara, Pelajar 14 Tahun Meninggal
Sabtu 02-05-2026,08:01 WIB
Pembangunan 5 Unit RTLH TMMD Ke-128 Seluma Dikebut
Sabtu 02-05-2026,08:03 WIB
Enam Rumah di Rejang Lebong Terbakar, Kerugian Capai Rp 600 Juta
Sabtu 02-05-2026,14:31 WIB
Plt Bupati Rejang Lebong Jenguk Bocah Korban Penculikan
Sabtu 02-05-2026,17:06 WIB
Menko Zulhas Tinjau Koperasi Desa Merah Putih di Bengkulu, Target Rampung Juli 2026
Terkini
Sabtu 02-05-2026,17:09 WIB
Polda Bengkulu Selidiki Kematian Induk dan Anak Gajah di Mukomuko, Tunggu Hasil Laboratorium
Sabtu 02-05-2026,17:06 WIB
Menko Zulhas Tinjau Koperasi Desa Merah Putih di Bengkulu, Target Rampung Juli 2026
Sabtu 02-05-2026,16:58 WIB
Buruh Bangunan Ditangkap, Diduga Curi HP Warga di Ratu Agung
Sabtu 02-05-2026,16:56 WIB
Kapolda Bengkulu Resmikan Bedah Rumah ke-70, Tegaskan Komitmen Hadir untuk Masyarakat
Sabtu 02-05-2026,16:54 WIB