BENGKULU, BE- Tahun 2001 menjadi awal eksperimentasi Emiyati (53) dengan pohon jeruk milik tetangganya yang berbuah lebat tetapi banyak terbuang lantaran rasanya yang asam. Biasanya buah jeruk pun hanya digunakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Lantas Emi berinisiatif untuk menjadikan sirup. Kebetulan sebelumnya yayasan tempat suaminya bekerja memberi pelatihan untuk membuat sirup kepada masyarakat. Awal mulanya Emi hanya mempromosikan daganganya dengan cara menawarkan kepada tetangga, teman arisan, dan teman kerja suaminya. Ia juga menawarkan sirup jeruknya ke toko oleh-oleh Bengkulu, pada akhirnya sirup buatannya banyak diminati oleh konsumen. Sekarang dalam per bulannya bisa menjual 1.300 sampai dengan 1.500 botol sirup jeruk kalamansi dalam kemasan 1 liter dengan harga Rp 45 ribu. Perkembangan bisnis sirup jeruk kalamansi yang ia tekuni kini kian berkembang, sehingga ia juga diikutkan pelatihan oleh PTPN VII di lampung. \"Dari hasil pelatihan itu saya mendaptkan ilmu tentang produk yang baik, kemasan yang menarik, penentuan harga dan termasuk cara promosi, semua itu saya terapkan dan sekarang Alhamdulillah ada hasilnya,\" ujar Emiyati, Kamis (27/1) Kini, produksi sirup jeruk kalamansi Putri Bengkulu, telah menjadi salah satu ikon minuman khas Bengkulu. Produk sirup jeruk kalamansi ini sudah banyak ditemukan di toko oleh-oleh Bengkulu maupun dijual secara online. Tak hanya itu sirup jeruk kalamansi ini sudah banyak terdapat diberbagai Provinsi indonesia dikarenaka sudah banyak reseller yang menjualnya. Selain menjual sirup jeruk kalamansi Putri Bengkulu kini juga menjual berbagai cemilian diantaranya Keripik Nangka dan Banana Chips yang memiliki berbagai macam varian rasa yaitu, original, jangung bakar, rumput laut, coklat, green tea, dan keju. Dengan harga mulai dari Rp 10 sampai Rp 15 ribu. \"Tidak sedikit juga konsumen dari luar Bengkulu langsung berkunjung ke tokonya untuk membeli produk Putri Bengkulu sebagai oleh-oleh khas dari bengkulu,\" ujarnya. Dari hasil penjualan produk sirup jeruk kalimansi hingga 1.300 sampai 1.500, ia mendapatkan bahan baku untuk produksi sirup jeruk kalamansi dari hasil mengelola 2 hektar tanaman jeruk kalamansi miliknya. (MG3)
Merubah Jeruk Masam jadi Peluang Bisnis
Jumat 11-02-2022,09:51 WIB
Reporter : Iyud Mursito
Editor : Iyud Mursito
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,19:51 WIB
Jelang Arus Mudik, Kapolres Mukomuko Turun Langsung Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat 2026
Minggu 15-03-2026,14:23 WIB
Indosat Luncurkan #LebihBaikIndosat 'You Only Need One' untuk Ramadan dan Idulfitri
Minggu 15-03-2026,14:35 WIB
Aspirasi Daerah Menggema di Senayan, Dari Persoalan Tenaga Honorer Hingga Ketimpangan Layanan Publik
Minggu 15-03-2026,14:47 WIB
Tol Bengkulu Mulai Dilintasi Para Pemudik Lebaran 2026
Minggu 15-03-2026,14:29 WIB
Ribuan UMKM di Kota Bengkulu Belum Berizin, Dinas Koperasi Dorong Pelaku Usaha Urus NIB
Terkini
Minggu 15-03-2026,19:51 WIB
Jelang Arus Mudik, Kapolres Mukomuko Turun Langsung Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat 2026
Minggu 15-03-2026,19:47 WIB
HUT Kota Bengkulu ke-306 Digelar Usai Lebaran, Ada Kegiatan Rakyat
Minggu 15-03-2026,19:45 WIB
Walikota Cup Bengkulu 2026 Digelar di Pantai Panjang, Siapkan Dua Motor untuk Juara Murai Batu
Minggu 15-03-2026,19:42 WIB
Indosat Prediksi Lonjakan Trafik Data Saat Mudik Lebaran, Jaringan di Sumatra Diperkuat
Minggu 15-03-2026,19:36 WIB