BENGKULU, BE - Puluhan penghuni ruko di Kz Abidin I dan II Pasar Minggu mengaku keberatan dan menolak permintaan Pemerintah Kota untuk mengosongkan ruko tersebut. Seperti yang disampaikan salah satu pedagang pakaian bernama, Yani Isyanti secara aturan lahan tersebut memang milik pemkot, tetapi sertifikat bangunan sudah dibeli oleh masyarakat sehingga tidak bisa melakukan pemutusan secara sepihak. \" Dulu ini adalah lahan kosong milik pemkot, kemudian dibangun oleh pihak ketiga dan sertifikat dijual ke tangan para pedagang,\" ucap Yani, kemarin (8/2). Para pedagang mengklaim bahwa secara fisik toko itu terawat dan dipakai untuk aktifitas perniagaan. Selain itu ia meminta agar pemkot dapat memahami bahwa sejak 2 tahun terakhir pedagang terkena dampak perekonomian akibat pandemi covid-19. Dan dengan Hak Guna Bangunan (HGB) habis maka mempersulit masyarakat untuk keberlangsungan hidupnya. \" Ketika kami direlokasi apakah terpikir oleh Pemkot berapa banyak orang yang menggantungkan hidupnya disini? Termasuk kuli pikul juga kena imbas. Karena mereka dapat upah angkat barang,\" ungkap Yani yang juga sebagai sekretaris Serikat Pedagang Pasar Minggu Bengkulu. Dijelaskan Yani secara aturan perundang-undangan bangunan yang bisa diambil alih pemerintah salah satunya ketika terjadi bencana alam yang mengakibatkan rusak parah. Kemudian, jika bangunan itu memang ditinggal cukup lama. \" Disisi aturan masih bisa melakukan perpanjang 20 tahun lagi,\" jelasnya. Ia mengaku sampai sekarang belum ada itikad pemkot untuk melakukan diskusi bersama para pedagang yang menghuni ruko tersebut. Seharusnya, pemkot dapat mengkaji dari berbagai aspek, dan mempertimbangkan usulan/masukkan masyarakat. Apalagi dengan aktifnya roda perekonomian diruko pasar minggu tersebut, tentu tidak merepotkan pemkot lagi untuk membuka lapangan pekerjaan. \"Seharusnya kami ini dapat stimulasi modal pasca pandemi agar bisa bangkit lagi. Nah, kami minta agar pemkot menstimulasinya dengan cara mempermudah izin HGB ini saja, sehingga kami tetap bisa berusaha,\" pintanya. Pihaknya juga berencana untuk mengadukan persoalan ini ke DPRD kota Bengkulu agar dapat memfasilitasi pertemuan dengan pihak pemkot. Sebab secara aturan masih ada celah untuk dilakukan perpanjangan. \"Harusnya dewan sebagai pejuang aspirasi masyarakat, tentu disini juga banyak pemilih mereka. Nah, mestinya kondisi kami disini juga harus diperhatikan,\" pungkasnya. (805)
Penghuni Ruko Kz Abidin Tolak Pindah
Selasa 08-02-2022,21:48 WIB
Reporter : Iyud Mursito
Editor : Iyud Mursito
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 28-03-2026,17:51 WIB
Pria 28 Tahun di Teluk Segara Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah, Keluarga Tolak Otopsi
Sabtu 28-03-2026,16:28 WIB
Skema Mark Up Terkuak, 9 Tersangka Korupsi Proyek PLTA Musi Rugikan Negara Rp13 Miliar
Sabtu 28-03-2026,16:59 WIB
321 Sekolah di Kota Bengkulu Gunakan Smart TV, Dorong Pembelajaran Digital
Sabtu 28-03-2026,17:14 WIB
Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi, Platform Digital Wajib Patuh PP Tunas
Sabtu 28-03-2026,18:13 WIB
Rekomendasi Mobil Keluarga 7 Seater Murah dan Kuat Tanjakan
Terkini
Minggu 29-03-2026,13:29 WIB
Warga Tangkap Terduga Begal di Sindang Kelingi, Satu Pelaku Kabur
Sabtu 28-03-2026,21:00 WIB
Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
Sabtu 28-03-2026,18:13 WIB
Rekomendasi Mobil Keluarga 7 Seater Murah dan Kuat Tanjakan
Sabtu 28-03-2026,17:51 WIB
Pria 28 Tahun di Teluk Segara Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah, Keluarga Tolak Otopsi
Sabtu 28-03-2026,17:14 WIB