JAKARTA--Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama beberapa hari terakhir ini tampaknya turut menyimak kicauan dan serangan mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Setelah menunggu sekitar 10 hari lamanya, akhirnya Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu angkat bicara. Menurutnya selama ini ia berusaha menahan diri untuk tidak reaktif menanggapi statemen Anas.
\"Barangkali rakyat indonesia ingin mendengar pernyataan saya, menyangkut dinamika dan perkembangan politik terkini. Utamanya sebutlah 10 hari terakhir ini. Barangkali ini pernyataan saya setelah 9 hari tidak mengeluarkan pernyataan apapun karena saya pandang tidak diperlukan. Dan dari dulu saya memilih untuk tidak reaktif pernyataan yang tidak diperlukan atau aneh. Tetapi barangkali baik saya menyampaikan pernyataan ini,\" ujar SBY di Bandara Halim Perdanakusuman, Jakarta, Minggu (3/3).
Menurut SBY situasi politik memanas belakangan ini karena Anas ditetapkan jadi tersangka di kasus dugaan proyek Hambalang yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal ini, kata dia mengakibatkan, masalah politik dan hukum bercampur jadi satu. Padahal ia tidak menginginkan hal itu terjadi. SBY meminta Anas sebaiknya fokus mengurus masalah hukumnya, dibanding masalah politik.
\"Pandangan saya, kalau urusan hukum, saya berharap saudara Anas fokus dan bersiap diri untuk menghadapi proses hukum yang di KPK. Melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan mungkin dengan tim pengacara dan tim pembela hukumnya,\" kata SBY.
SBY mengakui, berbagai masalah hukum yang menjerat sejumlah kadernya ini memang membuat citra partainya menurun. Ia berharap hukum dapat ditegakkan dan jika tak bersalah Anas dapat bebas.
\"Bagi saya yang dulu pernah berjuang bersama di Partai Demokrat, Pak Anas dinyatakan tidak bersalah, tentu kami senang. Mudah-mudahan Pak Anas bebas dari dakwaan, dan kemudian dinyatakan tidak bersalah dan itu membawa kebaikan. Saya berharap seperti itu,\" lanjutnya.
SBY mengatakan menyerahkan proses hukum Anas ditegakkan sepenuhnya oleh KPK. Sementara untuk politik, SBY mengingatkan kelompok-kelompok lain untuk menahan diri dan tetap pada koridor demokrasi yang teratur.
\"Masalah politik juga saya memantau, mendapatkaan informasi, saya hanya berharap kepada para elite politik dan kelompok tertentu tetaplah berada dalam koridor demokrasi. Itu sah.
Apalagi dengan sebuah rencana untuk membikin gonjang ganjingnya negara kita, untuk membuat pemerintah tidak bisa bekerja, saya khawatir ini justru akan menyusahkan rakyat kita,\" tutup Presiden. (flo/jpnn) -
SBY Berharap Anas Bebas
Minggu 03-03-2013,17:45 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 14-05-2026,13:26 WIB
KONI Bengkulu Perkuat Dukungan untuk Kebangkitan Renang Bengkulu
Kamis 14-05-2026,14:17 WIB
Waspadai Penyakit LSD, Dispertan Kaur Minta Warga Teliti Periksa Sertifikat Kesehatan Hewan Kurban
Kamis 14-05-2026,14:21 WIB
Kembangkan Kasus 13 Paket Sabu, Satnarkoba Polres Kaur Buru Bandar Besar Pemasok Barang Haram
Kamis 14-05-2026,13:24 WIB
38 Dapur MBG di Kota Bengkulu Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi, Dinkes Pastikan Makanan Aman Dikonsumsi
Kamis 14-05-2026,18:28 WIB
Dukung Polda Bengkulu Usut Penimbunan Biosolar, Pertamina Ancam Sanksi Tegas SPBUN Nakal
Terkini
Kamis 14-05-2026,18:32 WIB
Pantai Pasir Putih Bakal Tampil Lebih Tertata, 35 Gazebo Gratis Disiapkan untuk Wisatawan
Kamis 14-05-2026,18:30 WIB
Bapenda Bengkulu Catat Ribuan Kendaraan Ikuti Pemutihan Pajak, Layanan Samsat Desa Jadi Kunci
Kamis 14-05-2026,18:28 WIB
Dukung Polda Bengkulu Usut Penimbunan Biosolar, Pertamina Ancam Sanksi Tegas SPBUN Nakal
Kamis 14-05-2026,18:26 WIB
Pelaku KDRT di Bengkulu Jalani Hukuman Kerja Sosial di RSUD, Jadi Eksekusi Perdana Kejari
Kamis 14-05-2026,18:24 WIB