MUKOMUKO,bengkuluekspress.com – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mukomuko masih terus melakukan pengembangan penyidikan terhadap dua tersangka, yakni inisial BI yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama dan Asw mantan direktur di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Mukomuko PT Mukomuko Maju Sejahtera (MMS) yang merugikan negara mencapai Rp 1 miliar lebih. Hasil penyidikan terbaru, penyidik telah melakukan pembekuan lima sertifikat milik tersangka BI yang berlokasi di Kabupaten Mukomuko dengan luas sekitar lebih dari 7 hektar dari lima sertifikat tersebut. “Satu sertifikat luasannya bervariasi, total luas lahan kosong dan lahan perkebunan milik tsk BI sekitar tujuh hektar lebih dari lima sertifikat yang kita bekukan tersebut,” ucap Kajari Mukomuko, Rudi Iskandar SH MH melalui Kasi Pidsus, Andi Setiawan SH MH dikonfirmasi BE, Senin (30/8). Pembekuan lima sertifikat milik tsk itu, jelas Andi, pihaknya terus berupaya melakukan langkah pemulihan kerugian negara. Termasuk telah mengamankan uang titipan dari kedua tersangka sekitar Rp 204,2 juta dan telah mengamankan mesin produksi air minum kemasan yang berada di Kota Bandung Provinsi Jawa Barat dengan nilai mesin sebesar Rp 124 juta. “Selain penegakan hukum, penyidik juga berupaya dalam penyelamatan kerugian negara,”bebernya. Kasi Pidsus juga menyampaikan, penahanan kedua tersangka untuk 20 hari besok (hari ini), berakhir. Dipastikan dilakukan perpanjangan penahanan hingga 20 hari kedepan. “Penahanan kedua tersangka diperpanjang. Tapi, kami upayakan sesegera mungkin berkas-berkas yang saat ini tengah disiapkan segera selesai. Sehingga kedua tersangka dapat dilakukan proses pelimpahan berikutnya,” katanya. Perpanjangan penahanan kedua tersangk masih dititipkan di sel tahanan Mapolres Mukomuko. “Kedua tersangka kita titip penahanan di sel tahanan Mapolres Mukomuko,” demikian Andi. Sekedar mengingatkan kedua tersangka terduga korupsi itu dalam perkara penyertaan modal yang diberikan Pemkab Mukomuko ke BUMD PT MMS. Terhitung penyertaan modalnya dari tahun 2006 hingga 2008 sebesar Rp 7 miliar. Yang mana penggunaan modal yang diusut penyidik, dari tahun 2006 hingga tahun 2016. Hasil audit kerugian Negara dari perkara tipidkor ini sebesar Rp 1,05 miliar. (900)
Kejari Mukomuko Bekukan Lima Sertifikat Milik Tsk BUMD
Senin 30-08-2021,19:31 WIB
Reporter : Novri Enyeng
Editor : Novri Enyeng
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 10-04-2026,10:23 WIB
105 Perwira Dimutasi, Ini Daftar Nama dan Jabatan Baru di Polda Bengkulu
Jumat 10-04-2026,11:23 WIB
Pemkot Bengkulu Terapkan WFH Tiap Jumat, Wali Kota Ingatkan ASN Jangan Abaikan Pelayanan Publik
Jumat 10-04-2026,15:03 WIB
Sidang Korupsi Tambang, Beby Hussy Bantah Terlibat Soal Perizinan
Jumat 10-04-2026,15:08 WIB
Kapolda Bengkulu Bagikan Nasi Kotak di Rutan, Tanamkan Harapan bagi Tahanan
Jumat 10-04-2026,11:20 WIB
HIV di Bengkulu Capai 1.235 Kasus, Dinkes Perluas Layanan Pengobatan
Terkini
Jumat 10-04-2026,19:05 WIB
Oknum Mahasiswa Terciduk Edarkan Sabu di Kawasan Sekolah, Polisi Amankan 40 Paket Sedotan Merah
Jumat 10-04-2026,15:08 WIB
Kapolda Bengkulu Bagikan Nasi Kotak di Rutan, Tanamkan Harapan bagi Tahanan
Jumat 10-04-2026,15:03 WIB
Sidang Korupsi Tambang, Beby Hussy Bantah Terlibat Soal Perizinan
Jumat 10-04-2026,14:58 WIB
Pastikan Sejalan dengan Visi Nasional, Pemkab Mukomuko Tunggu Juknis KemenPPPA Terkait Hari Anak 2026
Jumat 10-04-2026,14:55 WIB