BENGKULU, BE-Proses pengolahan ikan kering, baik tawar maupun asin dilakukan dengan beberapa tahap sebelum siap untuk dijual ataupun dipasarkan. Syafarudin (51), merupakan salah seorang pekerja dalam pengolahan ikan kering yang berada di Pesisir Pantai Bengkulu tepatnya di daerah Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara. Setiap hari dia bertugas memproduksi ikan kering. Ikan-ikan tersebut diperoleh dari nelayan sekitar. Jenis-jenis ikan yang dikeringkan sendiri berbagai macam, antara lain ikan kering tawar dari jenis ikan beledang, ikan beleberang, ikan teri, dan udang rebon. Sedangkan ikan kering asin kebanyakan dari jenis ikan besar seperti ikan kakap. Proses pengolahan memakan waktu enam hari. Khusus ikan kering tawar dilakukan melalui beberapa tahap, diawali dengan proses pembelahan ikan, dibersihkan, kemudian langsung dijemur. \"Sedangkan proses ikan kering asin, sebelum dijemur harus direndam dengan air garam selama tiga hari terlebih dahulu. Setelah itu dilakukan jemur di bawah sinar matahari,\" ujarnya, Rabu(3/2/2021). Syafarudin, menjelaskan ketika musim penghujan atau keadaan cuaca yang tidak baik, proses pengolahan ikan kering menjadi terhambat, maka ikan-ikan tersebut akan diawetkan terlebih dahulu kedalam box yang berisikan batu es. \"Agar ikan-ikan yang masih dalam proses pengolahan tidak mebusuk,\" katanya. Dia menjelaskan, ikan-ikan yang telah melewati proses pengeringan baru akan dijual warungnya di pinggiran jalan tepatnya di depan proses pengolahan ikan kering, dari jam 7 pagi hingga jam 6 sore dengan harga mencapai Rp 50 ribu- Rp 60 ribu perkilo. Dia menceritakan, keuntungan dari penjualan ikan kering sendiri tidak menentu, \"Karena ditentukan musim penghujan dan masa pandemi saat ini penghasilan yang didapat berkurang, hanya mencapai 40% dari keuntungan sebelumnya,\" katanya. Untuk ikan asin sendiri pada ruangan terbuka, hanya dapat bertahan hingga 1 bulan saja, apabila lebih dari 1 bulan ikan-ikan masih belum terjualkan maka ikan-ikan asin ini dapat diawetkan kedalam freezer. \"Bila ikan asin belum terjual dalam jangka 1 bulan, maka ikan asin dimasukkan ke dalam freezer dan ikan ini dapat bertahan sampai 2-3 bulan,\" ujarnya. Peminat ikan kering ini tidak hanya berasal dari dalam Kota Bengkulu saja, melainkan masyarakat luar Bengkulu atau pendatang juga membeli ikan kering ini sebagai salah satu oleh-oleh dari Kota Bengkulu. (Mg.13)
Begini Proses Pengolahan Ikan Kering di Pesisir Pantai Bengkulu
Rabu 03-02-2021,18:27 WIB
Reporter : Iyud Mursito
Editor : Iyud Mursito
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 20-04-2026,18:14 WIB
Tol Bengkulu–Lubuklinggau Sudah Masuk PSN, Kini Tinggal Realisasi
Senin 20-04-2026,18:45 WIB
Wali Kota Bengkulu Ajak Warga Aktif Cegah Truk Over Tonase Rusak Jalan Lingkungan
Senin 20-04-2026,18:54 WIB
Atasi Krisis Dokter Spesialis, Pemkab Mukomuko Gandeng Universitas Andalas
Senin 20-04-2026,18:41 WIB
Helmi Hasan Buka Retreat Merah Putih di SMAN 10 Bengkulu, Tekankan Pembentukan Karakter
Senin 20-04-2026,18:16 WIB
Pemprov Bengkulu Yakin Tol Bengkulu–Lubuklinggau Berlanjut, Fokus Dorong Seksi II dan III
Terkini
Selasa 21-04-2026,10:29 WIB
Tanpa Rekam KTP-el, Pengurusan KK di Mukomuko Dipastikan Terhambat
Selasa 21-04-2026,10:27 WIB
Peringati Hari Kartini, Astra Motor Bengkulu Edukasi Safety Riding untuk Perempuan
Selasa 21-04-2026,10:23 WIB
RSKJ Soeprapto Bengkulu Buka Layanan Terapi Anak Berkebutuhan Khusus
Selasa 21-04-2026,10:19 WIB
RSKJ Bengkulu Hadirkan Rehabilitasi 'Butterfly', Harapan Baru Pecandu Narkoba
Senin 20-04-2026,22:00 WIB