Banner HONDA

?Hari Lahir Pancasila, Bupati Mukomuko Warning ASN dan Instansi yang Tak Pasang Bendera 1 Juni

?Hari Lahir Pancasila, Bupati Mukomuko Warning ASN dan Instansi yang Tak Pasang Bendera 1 Juni

Choirul Huda--

BENGKULUEKSPRESS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko mengambil langkah tegas dalam rangka menyambut peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Senin, 1 Juni 2026. Seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga instansi vertikal di daerah tersebut diinstruksikan untuk melakukan gerakan pengibaran Bendera Merah Putih secara serentak.

​Hal itu ditegaskan Bupati Mukomuko, Choirul Huda, melalui surat imbauan resmi yang dikeluarkan akhir pekan ini. Langkah administratif tersebut diambil sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) yang diterbitkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pusat, yang meminta seluruh daerah meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan.

Choirul Huda mengingatkan bahwa jajaran birokrasi dan aparatur pemerintah harus menjadi pihak pertama yang memberikan contoh kepatuhan terhadap instruksi negara. Menurutnya, kantor-kantor pelayanan publik, fasilitas pemerintahan, hingga rumah dinas para pejabat tidak boleh luput dari pengibaran lambang negara tersebut.

Pengibaran bendera ini jangan hanya dilihat sebagai sebuah seremoni tahunan yang sifatnya formalitas. Ini adalah momentum krusial bagi kita semua, terutama jajaran aparatur sipil negara, untuk memperkuat kembali rasa nasionalisme dan memberikan teladan langsung kepada masyarakat,” ujar Bupati Choirul Huda.

BACA JUGA:Gangster Meresahkan, Polres Rejang Lebong Siap Tindak Tegas Pelaku Gangguan Kamtibmas

BACA JUGA:Harga Sawit Anjlok di Bawah Rp 900, Wakil Bupati Seluma Sidak Pabrik CPO dan Warning Pemilik DO

​Bupati menambahkan, bahwa kedisiplinan ASN dalam merespons hari besar nasional mencerminkan komitmen mereka terhadap nilai-nilai dasar negara. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memantau langsung pelaksanaan instruksi ini di lingkungan kerja masing-masing.

Surat imbauan yang diterbitkan Pemkab Mukomuko ini tidak hanya menyasar internal pemerintahan, melainkan disebarluaskan secara masif ke berbagai sektor. Instansi vertikal, lembaga pendidikan dari semua tingkatan, pelaku usaha, hingga sektor swasta yang beroperasi di wilayah Kabupaten Mukomuko turut menjadi target instruksi tersebut.

​Langkah perluasan ini diharapkan mampu menciptakan keseragaman atmosfer kebangsaan di seluruh pelosok daerah. Pengibaran bendera di setiap sudut wilayah dinilai menjadi simbol fisik yang kuat untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan di tingkat lokal.

​“Saya meminta seluruh lapisan masyarakat Mukomuko, termasuk pelaku usaha dan lembaga pendidikan, ikut ambil bagian secara aktif dengan memasang bendera di halaman masing-masing pada 1 Juni nanti. Kita ingin momentum ini disambut secara semarak dan khidmat di seluruh pelosok daerah,” lanjut Choirul Huda.

​Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa esensi dari peringatan 1 Juni harus masuk ke tataran implementasi kehidupan sehari-hari, bukan sekadar berhenti pada aktivitas seremonial memasang bendera. Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan sosial yang semakin kompleks, nilai-nilai Pancasila dianggap sebagai filter utama masyarakat dalam menjaga kerukunan.

​Ia menyoroti bahwa semangat gotong royong dan saling menghormati perbedaan merupakan fondasi utama yang menjaga stabilitas kemajuan di Kabupaten Mukomuko selama ini.

​“Dasar negara kita adalah Pancasila, yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa. Menghadapi situasi zaman saat ini yang kian kompleks, mari kita pererat kebersamaan, saling menghormati perbedaan, dan mengedepankan semangat gotong royong demi kemajuan daerah yang kita cintai ini,” tutup Bupati.

​Melalui ketegasan instruksi resmi ini, Pemkab Mukomuko optimistis tingkat partisipasi publik dan kepatuhan instansi terhadap lambang negara akan meningkat signifikan, sekaligus memastikan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Kabupaten Mukomuko berjalan dengan tertib, aman, dan penuh khidmat. (**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: