330 Ha Kebun Sawit Mulai Replanting

Rabu 12-02-2020,11:43 WIB
Reporter : Redaksi Terkini
Editor : Redaksi Terkini

KEDURANG, Bengkulu Ekspress – Program replanting atau peremajaan kebun kelapa sawit di Bengkulu Selatan (BS), selasa (11/2), resmi dimulai. Ditandai dengan launching yang dilakukan Bupati BS Gusnan Mulyadi SE MM.

“Saat ini ada 330 hektar kebun sawit masuk program replanting, semoga ke depan lebih luas lagi,” katanya.

Dikatakan Gusnan, dimulainya replanting tersebut di Desa Lubuk Ladung, Kedurang Ilir, Selasa (11/2). Lauching tersebut ditandai dengan tebang chipping kelapa sawit yang akan diremajakan. Untuk itu, Gusnan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan peluang peremajaan kelapa sawit yang saat ini sedang diprogramkan pemerintah.

“Mari kita manfaatkan program ini agar ke depan petani sawit di BS makin sejahtera,”ujarnya.

Dijelaskan Gusnan, ada beberapa keuntungan jika ikut program replanting kelapa sawit, diantaranya mendapatkan modal usaha dan bibit berkualitas.Sehingga ke depan hasil panen nya bisa lebih maksimal.

Dirinya juga mengatakan, dengan adanya program replanting sawit ini, juga dapat ditumpangsarikan dengan tanam jagung.

Sehingga, selama kelapa sawit belum menghasilkan, petani bisa mendapat penghasilan dari tanaman jagung.“Untuk tumpang sari dengan jagung, petani akan dibantu bibit jagung, untuk permodalan tanam jagung kita bekerja sama dengan perbankan,” bebernya.

Kepala Dinas Pertanian BS, Ir Silustero MM mengatakan, saat ini sebanyak 330 Hektar lahan kelapa sawit milik masyarakat siap direplanting.

Pemilik lahan akan mendapatkan bantuan uang dengan ketentuan per hektar lahan sebesar Rp 25 juta.\"Tahap awal ini baru 330 Hektar, di Kecamatan Kedurang Ilir dan Pino Raya. Ke depan akan bertambah lagi luas lahan yang ikut program replanting,”ujarnya.

Dijelaskan Silustero, dengan telah dilaunchingnya program replanting kelapa sawit ini, dirinya berharap masyarakat BS untuk tidak khawatir lagi ikut program tersebut, Dirinya mengajak, warga yang berminat ikut program replanting agar menghubungi kepala Desa, PPL atau langsung ke Dinas Pertanian.“Program ini terus berlanjut, bagi masyarakat yang kebunnya tidak produktif lagi, berusia di atas 25 tahun atau hasil panennya rendah karena bibit asalan, bisa ikut replanting ini,\" ajak Silustero. (369)

Tags :
Kategori :

Terkait