Ada Kawasan Kumuh di Tengah Kota

Jumat 10-01-2020,14:44 WIB
Reporter : Redaksi Terkini
Editor : Redaksi Terkini

Dewan Minta Pemkot Bertindak

BENGKULU, Bengkulu Ekspress- Anggota DPRD Kota Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa RT di Kelurahan Padang Jati, kemarin. Sidak ini menanggapi adanya laporan warga terkait seringnya tercium bau busuk dan menyengat dari dalam drainase, serta masih adanya pemukiman kumuh di tengah kota.

Dari hasil sidak itu, Dewan menemukan masih ada warga yang buang air besar ke saluran drainase hingga menimbulkan bau tak sedap, terutama ketika hujan.\"Di balik Kota Bahagia dan Religius, ternyata di dalamnya masih ada pemukiman kumuh. Pemukiman kumuh tersebut berada di 4 RT Kelurahan Padang Jati,\" ucap Anggota DPRD Kota Bengkulu, Reni Heryanti di sela-sela sidak.

Ia mengatakan, sidak ini dilakukan berdasarkan laporan dari warga lainnya, karena setiap hujan dan angin kencang selalu tercium bau tak sedap dari aliran drainase tersebut.\"Dan itu memang benar adanya, dari hasil pantauan di lapangan yakni di RT 5, RT 6, RT 9 dan RT 11 Padang Jati ini, tata ruang pemukimannya jauh dari kata layak, kita mendapati adanya kotoran manusia di siring-siring. Selain itu, warga juga membuang sampah sembarangan. Padahal kotoran manusia yang berada disiring serta sampah-sampah yang dibuang sembarangan merupakan sumber penyakit, seperti demam berdarah hingga penyakit kulit,\" tuturnya.

Ia berharap, hal ini menjadi perhatian Pemkot ke depannya agar kesan kumuh ini memang benar-benar hilang jangan hanya sebatas kata-kata saja.\"Sebagai tindak lanjut dalam waktu dekat kita memastikan akan ada hearing bersama seluruh ketua RT di Padang Jati serta para Lurah dan Camat, hal itu untuk menyelesaikan masalah ini secara komprehensif nantinya biar jangan berlarut-larut,\" ucapnya.

Sementara itu, Lurah Padang Jati, Edwin mengatakan, dana kelurahan selama ini telah digunakan untuk membangun jembatan di RT 5 dan masalah kebersihan lainnya.Untuk masalah kotoran dan sampah yang masih dibuang ke aliran drainase, ia menyadari masih minimnya kesadaran masyarakat terkait dengan hal itu.

\"Ini sudah kita sampaikan kepada warga untuk jaga kebersihan lingkungan, tetapi kesadaran warga yang sangat minim, dan ini pun akan menjadi pekerjaan rumah terkhusus bagi RT, lurah nantinya,\" jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia pun berharap kepada warga sekitar lokasi untuk lebih peduli dengan kesehatan, karena penyakit yang sering ditimbulkan dan menimpa warga tidak lain akibat dari lingkungan yang kotor. \"Saya minta kepada warga, jika nantinya ini sudah dibersihkan jangan lagi membuang sampah dan kotoran manusia ke dalam drainase. Jika masih terjadi kita akan lakukan tindakan tegas,\" tutupnya. (529)

Tags :
Kategori :

Terkait