HONDA BANNER

Tradisi Menyambut Maulid Nabi di Desa Karang Tinggi, Bengkulu Tengah

Tradisi Menyambut Maulid Nabi di Desa Karang Tinggi, Bengkulu Tengah

Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Bengkulu Tengah, Karang Tinggi -IST -

BENGKULUEKSPRESS.COM - Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Karang Tinggi, Bengkulu Tengah, warga memiliki tradisi yang sudah biasa dilakukan. Satu hari sebelum Maulid Nabi, warga Karang Tinggi akan mempersiapkan acara untuk menyambut hari besar Nabi Muhammad SAW. yang akan di lakukan di Masjid.

Saat malam hari ketika Maulid Nabi warga setempat berbondong hadir ke masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang sudah menjadi tradisi disana. Tidak hanya sebagai mempringati kelahiran Nabi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan wujud kebersamaan masyarakat.

Acara dimulai dengan pembacaan shalawat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan biasanya di lengkapi dengan ceramah-ceramah dari ustad atau tamu yang diundang, lalu dilanjutkan dengan makan bersama dan di tutup dengan kegiatan menyusuri jalan bersama-sama serta diiringi nyanyian islami menggunakan rebbana, warga pun membawa lampu obor sebagai penerang dan memeriahkan acara tersebut. Bagi Masyarakat setempat, momen ini menjadi cara untuk meneladani akhlak Rasulullah dan memperkuat kecintaan mereka kepada Nabi.

BACA JUGA:Kenapa Ritual Malam Minggu di Indonesia Selalu Spesial? Ini Penjelasannya

BACA JUGA:Kucing Suka Menggigit? Ini Dia 9 Penyebab yang Perlu Diketahui

“Arak-arakan atau menyusuri jalan bersama warga merupakan hal yang paling meriah, membawa lampu obor sembari bernyanyi dan sholawat bersama-sama dengan lantunan musik dari rebbana,” Ungkap Zaza (25).

Salah satu hal unik lainnya dalam tradisi ini adalah adanya “nasi kebuli kampung” atau “nasi punjung”. Nasi Kebuli Kampung atau Nasi Punjung merupakan sajian makanan berupa nasi putih atau nasi kuning yang di bentuk seperti kerucut lalu disajikan dengan berbagai macam lauk pendamping, makanan ini terlihat sama seperti nasi tumpeng, namun nasi ini biasanya di sajikan saat ada acara keagamaan seperti maulid nabi dan pernikahan. Selain itu biasanya setiap keluarga membawa makanan untuk dibagikan kepada tamu dan tetangga.

“Nasi Punjung merupakan makanan khas Bengkulu Tengah yang disajikan ketika ada pernikahan dan maulid nabi, sekilas mirip seperti nasi tumpeng,” ujar Syilvia (38).

BACA JUGA:5 Rahasia Kulit Lembap dan Segar Sepanjang Hari

BACA JUGA:Jaga Kota Tetap Indah, Warga di Kota Bengkulu Pertahankan Kebiasaan Gotong Royong

Dengan adanya tradisi ini, perayaan Maulid Nabi di Karang Tinggi tahun ini menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal mampu menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat. Nilai-nilai religius dan sosial yang terkandung dalam tradisi ini menjadi warisan berharga untuk terus dipelihara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: