JAKARTA - Menurut ekonom rencana pemerintah untuk menyederhanakan nilai nominal rupiah atau redenominasi bakal meningkatkan sifat konsumtif masyakat. Sebab masalah psikologis akan muncul yang memandang dengan nominal yang baru, harga barang lebih murah. Bank Mandiri Office of Chief Economist Destry Damayanti menjelaskan besar kemungkinan masalah yang bakal timbul paska redominasi adalah masalah psikologis. Ia berkata masyarakat akan memandang murah suatu barang. Misalkan harga sebuah ponsel setelah redenominasi Rp 1.500, maka masyarakat akan menilai itu murah sehingga akan memacu sifat konsumtif. \"Hal itu sebenarnya sudah bisa dilihat saat orang Indonesia pergi ke luar negeri, mereka melihat USD 10 itu murah padahal jika dikurskan dengan rupiah itu mahal,\" jelasnya saat ditemui Selasa (29/1). Selain itu, bagi perdagangan dalam negeri, para pedagang akan dengan mudah menaikkan harga. Konsumen juga tak akan menganggap jika kenaikannya hanya dalan kisaran sen. Padahal, saat ini jika ada kenaikan harga Rp 500 sudah menjadi persoalan. Sementara itu, Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani mengatakan kebijakan redenominasi saat ini bukanlah prioritas. Redenominasi bukanlah perkara mudah. Jika dilakukan terburu-buru justru akan mendorong inflasi. \"Masyarakat juga belum siap saat ini masih banyak yang berpikir redenominasi sama dengan sanering,\" katanya. Untuk itu lanjutnya, harus ada persiapan yang harus dibenahi, terutama masalah sosialisasi dan jangka waktu transisi. Redenominasi, lanjutnya juga harus dilakukan secara merata. Jangan hanya berpusat di satu daerah saja, misalkan saja di Jawa. Sebab jika itu terjadi akan membingungkan masyarakat. Misalkan saja ada yang membawa uang yang telah diredominasi ke Papua. Saat dibelanjakan di sana ternyata ditolak. Ia berpendapat, saat ini yang lebih penting dipikirkan yaitu menghadapi dampak krisis global dan bagaimana cara menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar yang masih fluktuatif. \"Saat ini masih banyak krisis-krisis kecil yang bisa berdampak berkelanjutan bagi Indonesia, mestinya itu yang lebih diperhatikan,\" ucapnya. (uma)
Redenominasi Dorong Masyarakat Konsumtif
Rabu 30-01-2013,20:20 WIB
Reporter : Rajman Azhar
Editor : Rajman Azhar
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 10-05-2026,18:37 WIB
Pemkot Bengkulu Siapkan Penertiban Besar di Pasar Panorama, Pedagang Diminta Tertib
Minggu 10-05-2026,18:28 WIB
Pengadaan Smart TV di Satuan Pendidikan Kota Bengkulu Capai 90 Persen, Dorong Pembelajaran Digital Lebih Inter
Minggu 10-05-2026,18:48 WIB
Garbarata Tiba, Janji Gubernur Helmi Hasan untuk Bandara Fatmawati Mulai Terwujud
Minggu 10-05-2026,18:30 WIB
Tahun 2026, Pemkot Bengkulu Targetkan PAD Retribusi TKA Capai Rp500 Juta
Minggu 10-05-2026,18:46 WIB
Pengurus IKAPPABASKO Bengkulu 2026–2031 Resmi Dilantik, Perkuat Persatuan dan Kontribusi Perantau Minang
Terkini
Senin 11-05-2026,16:01 WIB
Jamaah Haji Indonesia Diamankan Aparat Saudi karena Diduga Merekam Wanita Secara Diam-Diam
Senin 11-05-2026,14:32 WIB
Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram
Senin 11-05-2026,14:25 WIB
Tak Mempan Sanksi Tipiring, Efredy Gunawan Dorong Revisi Perda Penertiban Hewan Ternak
Senin 11-05-2026,14:23 WIB
Longsor di Serangai Bengkulu Utara, Kendaraan Kecil Bisa Melintas, Truk Dilarang Lewat
Senin 11-05-2026,14:20 WIB