Longsor di Serangai Bengkulu Utara, Kendaraan Kecil Bisa Melintas, Truk Dilarang Lewat
Beginilah penampakan jalan longsor di Desa Serangai yang terjadi pada Senin pagi 11 Mei 2026.-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Akses transportasi di Desa Serangai, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara sempat terganggu akibat bencana tanah longsor yang terjadi di ruas jalan lintas desa, Senin pagi 11 Mei 2026. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polsek Batik Nau langsung turun ke lokasi melakukan pengecekan, pengamanan, serta membantu masyarakat memulihkan badan jalan agar tetap bisa dilalui kendaraan.
Kapolsek Batik Nau, IPDA Suharyanto SH, memimpin langsung kegiatan monitoring bersama personel Polsek sejak pukul 08.00 WIB. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi tidak hanya untuk memastikan kondisi keamanan, tetapi juga sebagai bentuk respons cepat kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak.
“Begitu menerima informasi adanya longsor di jalan Desa Serangai, kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan sekaligus memastikan akses masyarakat tidak lumpuh total,” ujar Kapolsek Batik Nau, IPDA Suharyanto.
Dalam penanganan tersebut, personel Polsek bersama warga setempat bahu-membahu melakukan gotong royong menimbun bagian jalan yang terdampak longsor agar kendaraan tetap dapat melintas. Polisi juga melakukan pengaturan lalu lintas guna mencegah kemacetan dan mengurangi risiko kecelakaan di titik rawan.
“Kami hadir bukan hanya melakukan pengamanan, tetapi juga membantu masyarakat secara langsung agar jalan bisa segera digunakan kembali, meskipun dengan sistem bergantian,” jelasnya.
BACA JUGA:Pasca Kecelakaan Maut Remaja 14 Tahun, Warga Sukau Rajo Lebong Tambal Jalan Berlubang
BACA JUGA:Dana Desa Tahap I di Mukomuko Tuntas Lebih Cepat, Rp18,7 Miliar Mengalir ke 148 Desa
Selain pengaturan arus kendaraan, petugas juga memberikan imbauan kepada seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi lokasi longsor, terutama mengingat kondisi jalan yang menyempit dan masih berisiko.
“Kami mengingatkan masyarakat agar ekstra hati-hati, mengurangi kecepatan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tambah Suharyanto.
Dari hasil penanganan sementara, akses jalan saat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat secara bergantian. Namun, kendaraan roda enam atau truk besar masih belum dapat melintas karena badan jalan yang sempit pasca longsor.
“Untuk sementara kendaraan kecil sudah bisa lewat, tetapi kendaraan besar belum memungkinkan karena kondisi jalan belum cukup aman,” terangnya.
Kegiatan gotong royong yang melibatkan aparat kepolisian dan masyarakat ini menjadi wujud sinergi dalam menghadapi bencana alam, sekaligus memastikan mobilitas warga tetap berjalan.
Pihak Polsek Batik Nau memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lokasi longsor dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila dibutuhkan penanganan lanjutan.
“Kami akan terus memonitor kondisi lapangan. Jika ada perkembangan atau potensi bahaya lanjutan, akan segera kami tindak lanjuti demi keselamatan masyarakat,” tandasnya.(127)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
