Harga Kopi Robusta di Rejang Lebong dan Kepahiang Hari Ini, Selasa 3 November 2026
Harga Kopi Robusta di Rejang Lebong dan Kepahiang Hari Ini, Selasa 3 November 2026-istimewa-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Komoditas biji kopi Robusta kering (green bean) di tingkat petani dari dua kabupaten penghasil utama di Provinsi Bengkulu, yaitu Rejang Lebong dan Kepahiang, hari ini, Selasa (3 November 2026), masih terlihat stabil pada level yang bersaing.
Meskipun daya tawar petani cukup kuat seiring dengan tingginya harga acuan pasar, perkembangan di kalangan pedagang pengumpul (touke) menunjukkan bahwa kadar air dan teknik panen masih menjadi faktor kunci dalam menentukan nominal yang dibawa pulang oleh petani.
Rincian Harga Nyata di Tingkat Petani dan Pengepul Desa
Berdasarkan analisis transaksi di berbagai pusat pengumpulan lokal di kedua wilayah tersebut, struktur harga harian terbagi ke dalam beberapa kelompok kualitas:
BACA JUGA:Mau Investasi Aman? Begini Cara Memilih Deposito Syariah dengan Bagi Hasil Menarik
BACA JUGA:Tak Perlu Surat Pengantar, Ini Cara Pindah Faskes BPJS Antar-Kota via Mobile JKN
1. Kabupaten Rejang Lebong Di kawasan sentra seperti Curup, Bermani Ulu, dan Sindang Kaban, persediaan kopi mulai berkurang pasca berakhirnya periode panen utama.
- Robusta Asalan (Kadar Air 15–18%): Berada di kisaran Rp54.000 hingga Rp57.000 per kg. Kopi dalam kategori ini biasanya langsung diperjualbelikan oleh petani setelah proses penjemuran singkat.
- Robusta Petik Merah / Fine Robusta (Kadar Air < 13%): Mencapai nilai Rp58.000 hingga Rp62.000 per kg. Jenis kopi ini diminati oleh eksportir atau roastery lokal yang mencari biji berkualitas seragam.
2. Kabupaten Kepahiang Di Kabupaten Kepahiang, aktivitas transaksi di gudang-gudang pengepul kecamatan mencatatkan angka yang tetap kompetitif:
- Robusta Asalan (Kering Sawah/Pengepul): Berada dalam kisaran Rp53.000 hingga Rp56.000 per kg.
- Robusta Olahan Basah / Petik Merah Super: Diperdagangkan pada kisaran Rp58.000 hingga Rp63.000 per kg.
Kategori Mutu Kopi Rejang Lebong (per Kg) Kepahiang (per Kg) Kopi Kering Asalan Rp54.000 – Rp57.000 Rp53.000 – Rp56.000 Kopi Petik Merah / Fine Rp58.000 – Rp62.000 Rp58.000 – Rp63.000
Hambatan Lapangan: Tantangan Cuaca dan Dilema 'Petik Asal'
Meskipun harga jual secara umum menunjukkan tren yang menggembirakan bagi petani, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu bersama para pelaku industri pengolahan kopi menyoroti berbagai tantangan fundamental yang sering kali menggerus keuntungan petani:
1. Kendala Penerapan Sistem Petik Merah Anjuran pemerintah agar petani mengadopsi sistem panen petik merah (memetik buah yang benar-benar matang sempurna demi menjaga cita rasa dan nilai jual green bean) belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik di tingkat bawah. Sebagian petani masih kerap menerapkan sistem petik asal (mencampur buah merah, hijau, dan setengah matang) akibat tekanan kebutuhan ekonomi mendesak atau tuntutan perputaran modal yang cepat yang diinginkan oleh pembeli konvensional di tingkat desa.
2. Pengaruh Musim Pancaroba dan Potongan Rafaksi Memasuki pergantian musim dengan meningkatnya intensitas hujan lokal, proses pengeringan biji kopi secara tradisional di pekarangan petani menghadapi tantangan besar. Kopi yang dijual dalam keadaan kurang kering atau memiliki kadar air di atas standar (basah) otomatis akan dikenakan potongan harga (rafaksi) oleh touke sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram. Pemotongan ini dilakukan oleh pedagang pengepul guna mengantisipasi penurunan berat ketika biji kopi tersebut nantinya digiling dan dikeringkan kembali sebelum dikirim ke pabrik penampung atau eksportir di Lampung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

