Heboh Nonmuslim Jadi Petugas Haji, Dahnil Akhirnya Buka Suara
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.-Disway.id-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Penyelenggaraan haji skala besar seperti Indonesia butuh ekosistem operasional yang presisi, bukan cuma bimbingan ibadah saja. Itu metode dulu.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengelola alur kerja ini secara berjenjang, mulai dari embarkasi di tanah air, operasional Daerah Kerja (Daker) di Arab Saudi, hingga fase pemulangan di debarkasi.
Dalam sistem inilah sektor teknis non-ibadah menjadi penopang utama agar mobilitas calon jemaah haji Indonesia berjalan lancar dan efisien.
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar menegaskan bahwa cakupan kerja petugas haji tidak berhenti pada area ritual di Makkah dan Madinah saja.
BACA JUGA:Lahar Dingin Semeru Mulai Mereda, Bahaya di Sungai Regoyo Belum Berakhir
BACA JUGA:Ferry Boboho Bongkar Kisah Awal Kenal Febrie Adriansyah, Singgung Mantan Wakajagung
Menurutnya pelayanan haji secara sistemik sudah berjalan sejak jemaah masuk ke asrama embarkasi hingga kembali ke Indonesia.
"Pelaksanaan haji itu dari berangkat sampai pulang lagi ke Indonesia. Petugas haji itu dari petugas embarkasi sampai dengan debarkasi," kata Dahnil kepada awak media pada Selasa, 3 November 2026.
Petugas Haji Nonmuslim bukan Hal Baru
Di level embarkasi dan debarkasi, kebutuhan operasional mendesak ada di lini non-ibadah.
Lini ini, kata Dahnil, mencakup penanganan medis, perawat, teknisi lapangan, hingga pengelolaan data logistik.
Sementara itu, lanjut Dahnil, operasional di Indonesia khususnya daerah yang komposisi demografi minoritas Islam seperti Sulawesi Utara, Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur tugas-tugas teknis ini melibatkan petugas maupun ASN dari berbagai latar belakang keyakinan.
"Petugas haji sejak tahun lalu memang sudah ada yang non-Islam. Misal para petugas haji di embarkasi dan debarkasi yang membantu tugas-tugas teknis di embarkasi masing-masing terutama daerah-daerah yang minoritas Islam sebut saja Sulut, Papua, Maluku, NTT maupun kota-kota lainnya. Bahkan, ASN Kemenhaj beragam ada yang non-Islam," beber Dahnil.
Ia menambahkan, keterlibatan petugas di sektor pendukung ini murni berfokus pada keahlian operasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

