Banner HONDA

Disdikbud Mukomuko Dorong PAUD Cetak Anak Kreatif dan Berani Mencari Solusi

Disdikbud Mukomuko Dorong PAUD Cetak Anak Kreatif dan Berani Mencari Solusi

Disdikbud Mukomuko Dorong PAUD Cetak Anak Kreatif dan Berani Mencari Solusi--

BENGKULUEKSPRESS.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko mendorong lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak hanya menjadi tempat anak belajar dan bermain. Lebih dari itu, proses pembelajaran diharapkan mampu membiasakan anak berpikir kreatif, berani mencoba dan menemukan solusi terhadap persoalan sederhana sejak dini.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui penguatan konsep berpikir komputasi dalam pembelajaran PAUD.

Untuk mendukung penerapannya, Disdikbud Mukomuko memberikan bimbingan teknis (Bimtek) kepada pendidik PAUD agar mampu mengembangkan aktivitas belajar yang merangsang kemampuan berpikir anak.

Kepala Disdikbud Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita, mengatakan kemampuan memecahkan masalah tidak harus menunggu anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kemampuan tersebut dapat mulai dibangun secara sederhana sejak usia dini dengan metode yang sesuai tahap perkembangan anak.

“Kita ingin anak-anak terbiasa berpikir, berani mencoba dan mencari jalan keluar ketika menemukan persoalan sederhana. Tentu caranya harus sesuai dengan dunia mereka, melalui aktivitas yang menyenangkan dan tidak membebani,” ujar Arni.

BACA JUGA:Hasil Job Fit Sudah di Meja Wali Kota, Rotasi Pejabat Pemkot Bengkulu Ditarget Tahun Ini

BACA JUGA:Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Mukomuko Ajak Pemuda Berani Bermimpi dan Kerja Keras

Ia menjelaskan, berpikir komputasi bukan berarti anak PAUD harus diperkenalkan dengan penggunaan komputer atau perangkat teknologi secara intensif. Konsep tersebut lebih menekankan pada proses berpikir yang logis, terstruktur dan sistematis.

Dalam praktiknya, anak dapat diajak mengenali pola, menyusun urutan, mengelompokkan benda, mengajukan pertanyaan hingga mencoba berbagai cara untuk menyelesaikan suatu aktivitas.

“Jadi jangan dipahami bahwa berpikir komputasi berarti anak PAUD harus belajar komputer. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana mereka mulai dibiasakan mengenali masalah, berpikir logis dan berani mencoba menemukan solusi dengan caranya sendiri,” jelasnya.

Menurut Arni, peran pendidik menjadi salah satu kunci dalam menerapkan konsep tersebut. Guru dituntut mampu menerjemahkan berpikir komputasi ke dalam aktivitas sederhana yang menarik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

Pembelajaran juga tidak boleh berubah menjadi beban baru bagi peserta didik. Prinsip bermain sambil belajar harus tetap menjadi landasan dalam setiap kegiatan di PAUD.

“Dunia anak adalah dunia bermain. Karena itu, gurunya yang harus kreatif. Bagaimana sebuah permainan atau kegiatan sederhana bisa membuat anak bertanya, mencoba, menemukan pola dan akhirnya mendapatkan jawabannya sendiri,” katanya.

Melalui Bimtek tersebut, Disdikbud berharap pendidik mendapatkan tambahan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat langsung dikembangkan di lembaga PAUD masing-masing.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: