Banner HONDA

Polemik Data KK Berujung Damai, Tukiyem Terima Permintaan Maaf Lurah Anggut Dalam

Polemik Data KK Berujung Damai, Tukiyem Terima Permintaan Maaf Lurah Anggut Dalam

Polemik Data KK Berujung Damai, Tukiyem Terima Permintaan Maaf Lurah Anggut Dalam--

BENGKULUEKSPRESS.COM – Polemik dugaan pemalsuan data Kartu Keluarga (KK) milik Tukiyem yang sempat menyeret nama Lurah Anggut Dalam, Gustin Veronica, akhirnya berakhir damai. 

Penyelesaian secara kekeluargaan ditempuh setelah Gustin mendatangi langsung kediaman Tukiyem pada Sabtu petang untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, Gustin Veronica mengakui kesalahan yang telah dilakukannya. Ia menyampaikan penyesalan mendalam serta mengaku khilaf atas tindakannya yang kemudian memicu perhatian publik.

Menurut Gustin, perbuatannya dilatarbelakangi keinginan membantu proses pendidikan anaknya yang akan mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB) di salah satu sekolah menengah atas favorit.

“Saya mengakui kesalahan yang telah terjadi dan memohon maaf kepada Ibu Tukiyem. Saya khilaf dan berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik serta hubungan silaturahmi tetap terjaga,” ujar Gustin.

BACA JUGA:Dinsos Kota Bengkulu Soroti Pentingnya Peran Keluarga Rawat Lansia

BACA JUGA:Di Bawah Sumpah Mengaku Bayar Zen Fold 5, Keterangan Empat Komisioner KPU Bengkulu Selatan Dibantah Bendahara

Tidak hanya menyampaikan permintaan maaf, Gustin juga menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas dampak yang timbul akibat persoalan tersebut. Salah satu bentuk tanggung jawab yang disampaikan adalah mengganti bantuan sosial yang tidak diterima Tukiyem selama data kependudukannya mengalami permasalahan.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, saya siap mengganti bantuan sosial sebesar Rp1,2 juta sampai Ibu Tukiyem kembali menerima bantuan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian masyarakat setelah Tukiyem diketahui tidak lagi menerima bantuan sosial yang selama ini menjadi haknya. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan adanya perubahan data pada Kartu Keluarga yang berdampak pada status kepesertaannya sebagai penerima bantuan sosial.

Sementara itu, Tukiyem menyambut baik itikad dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh Gustin Veronica. Ia mengaku lega karena persoalan yang sempat menyita perhatian publik tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara damai.

“Saya sudah menerima permintaan maafnya. Yang penting masalah ini sudah selesai dan saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi kepada siapa pun,” kata Tukiyem.

Dengan tercapainya kesepakatan damai, kedua belah pihak berharap hubungan baik yang selama ini terjalin dapat kembali terjaga. Tukiyem juga berharap proses pemulihan haknya sebagai penerima bantuan sosial dapat segera diselesaikan sehingga bantuan yang sempat terhenti dapat kembali diterimanya.

Penyelesaian secara kekeluargaan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam pengelolaan administrasi kependudukan, sekaligus mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: