Batik Lesplang Bengkulu: Lahir dari Riset Akademik, Hadirkan Identitas Baru Selain Basurek
Batik Lesplang Bengkulu: Lahir dari Riset Akademik-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Batik khas daerah terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan akar budayanya. Di Provinsi Bengkulu, hadir sebuah inovasi batik yang tidak hanya mengusung nilai estetika, tetapi juga berbasis riset ilmiah dan penguatan identitas budaya lokal, yaitu Batik Lesplang.
Batik Lesplang merupakan hasil riset yang dilakukan oleh Dr. Alfarabi, M.A, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu sekaligus penggiat budaya Bengkulu, bersama timnya Venti Puspitasari dan Puji Haryadi Mulyana Sukma. Inovasi ini resmi diluncurkan pertama kali pada 2 Oktober 2025, bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional, sebagai langkah strategis memperkaya khazanah batik daerah.
Berbeda dengan batik tradisional yang telah lebih dahulu dikenal seperti Batik Basurek, Batik Lesplang hadir sebagai identitas baru batik Bengkulu dengan pendekatan desain yang mengadaptasi ornamen Rumah Adat Melayu Bengkulu. Motif-motifnya tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga sarat makna filosofis yang merefleksikan nilai kehidupan masyarakat.

Batik Lesplang Bengkulu: Lahir dari Riset Akademik-IST-
BACA JUGA:Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik
BACA JUGA:Terkuak di Persidangan, Rekrutmen THL Perumda Tirta Hidayah Bengkulu Diduga Langgar Aturan
Hingga tahun 2026, Batik Resplang telah mengembangkan tiga motif utama, yaitu:
1. Motif Hayat Angin, perpaduan antara Pohon Hayat dan Belitung Angin yang melambangkan kehidupan, kekuatan, dan arah dinamika.
2. Motif Salur Kembang, kombinasi unsur flora dan sulur bunga yang merepresentasikan keindahan, pertumbuhan, dan kesinambungan.
3. Motif Sinar Matahari, motif terbaru yang melambangkan harapan, energi, dan semangat pembaruan.
Salah satu kekuatan Batik Lesplang terletak pada eksplorasi motif gabungan yang diolah dari ragam hias ornamen rumah adat, seperti Pohon Hayat, Belitung Angin, Kembang, dan unsur dedaunan. Secara filosofis, keseluruhan motif tersebut menggambarkan harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan modern.
Dari segi produksi, Batik Lesplang dikerjakan secara manual oleh pengrajin lokal Bengkulu, yaitu pengerajin batik dari Kampung Batik Panca Mukti Kabupaten Bengkulu Tengah, sehingga setiap lembar kain memiliki nilai autentik dan keunikan tersendiri. Penggunaan bahan katun primisima memberikan kenyamanan, dengan tekstur lembut, ringan, serta kualitas yang mendukung penggunaan dalam berbagai kesempatan.
Tidak hanya dalam bentuk kain, Batik Lesplang juga dikembangkan menjadi berbagai produk turunan seperti syal premium dan kain sarung, yang tetap mempertahankan kekuatan motif dan kualitas bahan. Variasi warna yang ditawarkan pun semakin beragam, tidak hanya warna klasik, tetapi juga kombinasi modern yang menyesuaikan selera pasar tanpa meninggalkan identitas tradisional.
Kehadiran Batik Lesplang menjadi bukti bahwa inovasi berbasis riset mampu melahirkan karya budaya yang relevan dengan perkembangan zaman. Lebih dari sekadar produk kriya, Batik Lesplang menegaskan posisi Bengkulu sebagai daerah yang aktif dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
